Penanganan Banjir Gagal Terus

Gana Buana
20/5/2016 04:18
Penanganan Banjir Gagal Terus
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Masih belum mampu menuntaskan banjir di wilayah tersebut. Salah satunya pembangunan Polder (kolam retensi) Pengasinan dengan nilai proyek Rp 12 miliar di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu yang masih belum dapat mengendalikan banjir. Wilayah permukiman Pondok Hijau Permain (PHP), Perumahan Jatimulya, Perumnas III, dan Perumahan Taman Narogog Indah yang berdekatan dengan polder tersebut kerap tergenang banjir saat hujan datang. Seperti pada Minggu (8/5), hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi membuat dua perumahan itu tergenang air hingga mencapai 1 meter. Acong, 47, warga perumahan PHP RW 16 mengatakan, banjir yang menggenangi perumahan itu terjadi mulai pukul 13.00 WIB. Saat itu, dirinya sedang asyik menikmati acara televisi akhir pekan di rumahnya di Jalan Cemara V, Perumahan PHP.

"Air menggenangi perumahan lantaran hujan yang turun terus-menerus, padahal di sekitar perumahan sudah dibuatkan kolam retensi sebagai parkir air," kata Acong saat ditemui beberapa waktu lalu. Acong mengatakan, banjir yang menggenangi permukimannya merupakan yang terparah sepanjang 2016. Air setinggi satu meter pada Minggu siang itu baru surut keesokan harinya pada Senin (9/5) dini hari. Ia mengeluhkan, polder air seluas 1,5 hektare yang dibangun pada 2015 kemarin di RT 3 RW 16, masih belum bisa meringankan volume banjir di sekitar tempat tinggalnya. Meskipun intensitas hujan yang turun tidak terlalu tinggi, ratusan rumah di wilayah tersebut hampir pasti terkena banjir.

Air masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 cm. Budi, warga RW 16 lainnya mengaku air masuk ke rumahnya dengan sangat cepat melalui pintu belakang. Saking cepatnya, ia tak sempat menyelamatkan harta bendanya dari genangan. Karena itu, sekarang ia memasang tanggul darurat kecil dari batako sisa pembangunan rumah yang tersedia di teras rumahnya, untuk menghadang air masuk ke rumah. Batako tersebut disu-sun sehingga bisa mengganjal perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, kasur, kulkas, dan lain sebagainya. "Biar enggak ikut ngambang juga, makanya saya ganjal. Selain itu saya buat tanggul sedikit di depan pintu agar air tidak bertambah banyak yang masuk," jelasnya.

Sekadar syarat
Budi menyesalkan pembangunan polder air di wilayahnya yang tidak banyak mengurangi banjir. Seharusnya, dengan adanya polder Pengasingan, air hujan bisa terparkir sementara sebelum masuk ke tempat pembuangan sehingga air hujan tidak lagi menggenangi permukiman warga. "Sepertinya polder itu hanya sebagai syarat pembangunan. Tapi, tidak ada manfaat yang bisa dirasa. Tiap tahun kami tetap kebanjiran," keluhnya. Sementara itu, Ketua RW 24 Sunyoto mengakui meski polder telah dibuat sejak akhir 2015 lalu, namun ratusan rumah di Perumahan Pondok Hijau Permai masih digenangi banjir. Banjir yang melanda permukiman itu sudah terjadi sejak 1990-an. "Bahkan sekarang tiap tahun masih banjir," jelas dia. Berdasarkan pantauan, banjir yang terjadi di Kelurahan Pengasinan hulunya berada di Perumahan Taman Narogong-Pondok Hijau-Permai Perumahan Jatimulya, kemudian mengalir sampai dengan kali Sasak Jarang di Kabupaten Bekasi. Saluran tersebut melintasi sejumlah rumah penduduk serta melewati bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta Kalimalang. Polder tersebut hanya menampung air kiriman dari Perumahan Taman Narogong. Meski sudah ditampung, perumahan Taman Narogong tetap banjir. (J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya