Polisi Selidiki Dugaan Malapraktik Puskesmas Pasar Rebo

Akmal Fauzi
19/5/2016 19:41
Polisi Selidiki Dugaan Malapraktik Puskesmas Pasar Rebo
(Ilustrasi)

KEPOLISIN masih melakukan penyelidikan kasus dugaan malapraktik yang menyebabkan Rasqa Alkholifi Pamuji, bayi berusia lima bulan tewas. Rasqa tewas seusai melakukan imunisasi di Puskesmas Pasar Rebo Jakarta Timur.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, AKB Nasriadi mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan malapraktik itu. "Kita pasti menyelidiki, tapi ini kan masih dugaan," ujar Nasriadi, Kamis (19/5).

Nasriadi menambahkan, pihaknya kesulitan untuk mengautopsi agar mengetahui penyebab pasti meninggalnya Rasqa. Terlebih pihak keluarga telah menulis surat pernyataan menolak autopsi.

"Dari keluarga korban tidak mau diautopsi. Sudah dikubur. Kita tidak bisa memaksa, kami lakukan penyelidikan walaupun korban enggan otopsi," imbuhnya.

Sebab itu, polisi saat ini masih melakukan interogasi ke sejumlah pegawai Puskesmas Pasar Rebo termasuk dokter yang menanganinya. Selain itu, keluarga korban juga turut dimintai keterangan atas kasus itu.

"Untuk mengetahui, itu dibawa ke Puskesmas Pasar, siapa yang berikan. Kami interogasi sama keluarga juga," tandasnya.

Kepala Puskesmas Pasar Rebo Dr Maryati, mengatakan tidak ada tindakan malapraktik atau perbuatan melanggar prosedur yang dilakukan dalam menangani bayi tersebut. "Bagaimanapun juga kami sudah lakukan semuanya sesuai dengan prosedur yang ada," ujarnya

Maryati menjelaskan, setelah mendapat imunisasi, Minggu (15/5), pihak puskesmas telah melakukan observasi pantau demam hari kedua. Dari hasil pantau demam tersebut, pasien kemudian diminta untuk kembali lagi pada Senin (16/5).

"Pada Minggu, dilakukan observasi vebris hari kedua. Pemeriksaan dokter pada saat itu tenggorokannya (pasien) rada merah. Kemungkinan radang tenggorokan. Kemudian dokter menyarankan agar pada hari senin pasien kembali lagi," jelas Maryati.

Namun, pada Senin yang dijadwalkan dokter untuk cek lab, pasien tidak kembali. Pasien baru datang kembali ke Puskesmas Pasar Rebo pada hari Rabu dalam kondisi yang berat.

"Diminta kembali Senin untuk pemeriksaan darah dan sebagainya, tapi (pasien) gak datang. Baru kesini (puskesmas) Rabu (18/5) dengan kondisi yang sudah berat, akhirnya tidak tertolong," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya