Pak Polisi Sampai Bengong Lihat Iron Man dari Mampang

Nicky Aulia Widadio
19/5/2016 08:10
Pak Polisi Sampai Bengong Lihat Iron Man dari Mampang
(MI/PANCA SYURKANI)

ADA Iron Man bawa motor di Jakarta. Itu yang terlintas di benak warga Jakarta ketika melihat Wahyudi Rianto, 40, tengah menyusuri jalanan Ibu Kota dengan sepeda motornya sambil mengenakan kostum Iron Man War Machine, sosok pahlawan super dalam cerita fiktif keluaran Marvel Comics.

Apa yang dilakukan Yudi, begitu ia biasa disapa, bukan untuk iseng, apalagi mencari sensasi. "Saat ini keluarga saya sedang berada di titik nol. Status saya sekarang pengangguran dan dengan cara seperti ini saya mencari nafkah buat menyambung hidup keluarga," tutur Yudi saat mulai menceritakan pekerjaan uniknya itu, kemarin (Rabu, 18/5).

Saat ditemui di rumah kontrakannya di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ia mengaku semua itu berawal dari kondisi ekonomi keluarganya yang morat-marit sejak 1,5 tahun lalu, saat ia diberhentikan sebuah stasiun televisi swasta.

Penghasilan istrinya sebagai kasir di salah satu supermarket khusus buah di Kuningan, Jakarta Selatan, pun tak mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan dua anak itu.

"Tiba-tiba tercetus ide untuk menjual kemampuan saya selama berkreasi di stasiun televisi, yakni membuat kostum superhero. Dengan berkeliling pakai kostum Iron Man, saya berharap ada yang mau membeli kostum ini atau menyewanya," ujarnya.

Untuk satu kostum superhero yang dijualnya, Yudi mematok harga Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Sementara itu, untuk sewa, Yudi mematok Rp300 ribu per acara.

Saat berkeliling, tak lupa Yudi menempelkan tulisan pada bagian punggungnya yang berbunyi bahwa kostum itu bisa dibeli atau disewa. Setidaknya dua kali seminggu ia berkeliling, saat isterinya libur sehingga bisa menggantikan Yudi menjaga kedua anak mereka.

"Rasa malu? Tentu saja ada. Saya dibilang gila, istri saya sampai malu sama tetangga. Saya sampai dilarang pakai kostum itu dari rumah. Jadi saya baru pakai kostumnya di tengah jalan, di warung teman saya," cetusnya.

Jerih payahnya itu baru mulai dirasakan hasilnya setelah tiga bulan. Sejak terkenal di dunia maya, satu per satu pesanan mulai berdatangan. "Ada yang dari Malaysia pesan 10 kostum, ada yang dari Bali, Yogya, dan Kalimantan. Alhamdulillah, saya jadi makin semangat," kata Yudi.

Apakah Yudi tak pernah disemprit polisi saat berkendara dengan kostum itu? Mengingat Yudi tak mengenakan helm.

"Hahahaha... Pernah suatu ketika ada polisi yang bengong saat saya berhenti di lampu merah. Dia terus memperhatikan saya lalu saya kasih salam hormat. Pak polisi itu pun membalas salam hormat ke saya. Begitu lampu hijau, saya pun jalan dan polisi itu mengacungkan jempol buat saya. Pak polisi itu sampai lupa bahwa saya tidak pakai helm," ujarnya menahan geli.(J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya