Bayi 5 Bulan Meninggal Diduga Korban Malpraktik Puskesmas Pasar Rebo

Akmal Fauzi
19/5/2016 00:10
Bayi 5 Bulan Meninggal Diduga Korban Malpraktik Puskesmas Pasar Rebo
(Ilustrasi)

RASQA Al Kholifi, bayi berusia 5 bulan meninggal dunia lantaran diduga menjadi korban malpraktik dokter di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Rasqa meninggal usai melakukan imunisasi DPT 3 di puskemas tersebut.

Agung Pamudji, 27, ayah Rasqa menceritakan, ia membawa anak ke Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo untuk imunisasi DPT 3 pada Rabu (11/5) lalu. Usai diimunisasi pada hari pertama dan kedua, Rasqa mengalami demam tinggi hingga 38 derajat.

"Karena demam tinggi maka kami bawa ke klinik umum. Disarankan harus cek darah di tempat berobat awal di puskesmas," ucapnya.

Agung menjelaskan, dokter klinik umum itu tidak berani mengecek darah lantaran bukan pihak klinik yang mendiagnosis awal penyakitnya. Kemudian Agung kembali membawa anaknya ke UGD Puskesmas Pasar Rebo pada hari Minggu (15/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, dokter puskesmas tidak mau memeriksa darah korban. Padahal, Agung sudah berulang kali meminta agar dilakukan cek darah anaknya.

"Dokter puskesmas hanya memberikan obat antibiotik dan menganjurkan meminum obat penurun demam jenis Sanmol di rumah," jelasnya Agung.

Usai meminum obat yang diberikan Puskesmas, demam Rasqa mulai sedikit turun. Namun, pada Rabu (18/5) pagi sekitar pukul 6.00 kembali demam tinggi dan mengalami sesak nafas.

Keluarga kemudian membawanya ke RS Harapan Bunda. Namun, nyawa Rasqa tidak tertolong. Pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Pasar Rebo, tapi saat diminta untuk autopsi jenazah ke RS Polri Kramat Jati, keluarga enggan melakukannya lantaran tidak tega. Akhirnya laporan pun dicabut dari polisi.

Saat dimintai konfirmasi, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur saat ini sedang menyelidiki riwayat kesehatan Rasqa. "Saya sedang minta riwayat penyakit korban ke puskesmas. Sekarang masih dicari," ujar Iwan Setiawan, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur. (Mal/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya