Terowongan MRT Tembus Stasiun Istora

Putri Anisa Yuliani
18/5/2016 21:39
Terowongan MRT Tembus Stasiun Istora
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)

PENGGALIAN jalur bawah tanah (underground) moda raya terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) dari Stasiun Istora telah mencapai Stasiun Senayan dengan jarak 607,5 meter. Pengeboran sisi ini dilakukan menggunakan Bor Antareja I yang bekerja menggali terowongan jalur MRT di sisi barat.

Ini adalah pengerjaan MRT koridor Selatan-Utara fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI. Selain itu pengeboran lainnya juga telah mencapai Stasiun Senayan dari Patung Pemuda atau Bundaran Senayan sejauh 327 meter. Sehingga total panjang terowongan yang telah digali oleh Antareja II ialah 934,5 meter.

Sementara Bor Antareja II telah menembus areal yang sama dengan Bor Antareja I namun menggali terowongan di sisi timur. Bor Antareja IIt elah berhasil membuat terowongan jalur MRT bawah tanah hingga Stasiun Istora dengan total panjang 934 meter dengan rincian sepanjang 324 meter digali dari transisi jalur layang ke bawah tanah di Patung Pemuda hingga Stasiun Istora dan 600 meter terowongan tergali dari Stasiun Istora hingga Stasiun Senayan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan selama proses penggalian juga diikuti dengan pemasangan dinding beton precast selebar 1,5 meter yang berbentung cincin.

"Setiap mesin bor melakukan penggalian ke arah depan, kemudian langsung diikuti dengan pemasangan segmen terowongan berupa potongan-potongan precast dengan lebar 1,5 meter, yang akan membentuk cincin (ring) di belakangnya," kata Dono, Rabu (18/5).

Masih ada dua unit bor lainnya yakni Bor Mustikabumi I dan Mustikabumi II. Untuk Mustikabumi I telah dioperasikan mulai dari titik Bundaran HI sejak Februari 2016 dan per tanggal 17 Mei 2016 telah mencapai 493,5 meter.

Untuk Mustikabumi II, telah mulai beroperasi dari titik yang sama sejak April 2016 dan telah mencapai 60 meter. Kedua mesin bor ini bergerak melakukan penggalian membuat terowongan jalur bawah tanah MRT menuju arah Selatan hingga menembus Stasiun Dukuh Atas serta akan dilanjutkan hingga berakhir di titik Setiabudi.

"Keempat bor seluruhnya akan bertemu di titik Setiabudi. Tepatnya di lokasi pemancangan proyek MRT," kata Dono.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan kinerja PT MRT Jakarta membaik setelah ia tegur bulan lalu karena lalai dalam pengawasan kontraktor. Saat itu, kontraktor salah mencetak ukuran grinder atau rangka beton layang.

"Sekarang baik dan sesuai target," kata Basuki yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota. Jika berjalan lancar, maka moda transportasi yang ditargetkan dapat mengangkut 173.000 orang perhari itu akan bisa beroperasi pada awal 2019 mendatang. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya