Bank Mandiri Berbagi Layanan E-toll

MI/ANASTASIA ARVIRANTY
18/6/2015 00:00
Bank Mandiri Berbagi Layanan E-toll
(MI/PANCA SYURKANI)
RENCANA PT Bank Mandiri (persero) Tbk yang berkonsolidasi dengan bank-bank BUMN dalam memberikan layanan nontunai pembayaran tarif jalan tol (e-toll) akan segera terealisasi. Jika tidak ada aral, aksi korporasi itu akan diimplementasikan pada 19 Juni 2015.

Senior Executive Vice President Transaction Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans menegaskan hal tersebut. Sebagai tahap awal, layanan e-toll bersama dilakukan di gerbang tol Bali.

"Sehingga uang elektronik yang diterbitkan BNI, BRI, dan BTN juga bisa digunakan di gerbang tol," ujar Rico di kawasan SCBD, Jakarta, kemarin.

Ia mengaku akan melakukan peresmian penggunaan uang elektronik dari empat bank BUMN sebagai bukti aksi konsolidasi layanan e-toll tersebut.

Sedikitnya 21 gardu tol Bali bisa melayani transaksi pembayaran nontunai dengan menggunakan uang elektronik dari bank-bank pelat merah.

Selama ini, masyarakat hanya dapat melakukan pembayaran nontunai untuk akses jalan tol dengan uang elektronik yang diterbitkan oleh Bank Mandiri. Pasalnya, bank berkode emiten BMRI itu memiliki kontrak eksklusif dengan PT Jasa Marga (persero) Tbk.

Menurut Rico, konsolidasi layanan e-toll tidak akan mengganggu volume transaksi e-money dari Bank Mandiri tahun ini yang ditargetkan tumbuh 30%. Hingga akhir Desember 2014, frekuensi pengguna Mandiri e-money sebanyak 143 juta transaksi dengan nilai Rp1,6 triliun. Adapun jumlah e-money yang beredar telah mencapai lebih dari 5 juta kartu dengan market share di atas 65%.

Rico melanjutkan, konsolidasi itu justru akan mendorong efisiensi. Dengan kerja sama tersebut, biaya pengembangan awal jaringan gerbang e-toll akan ditanggung oleh empat bank BUMN.

"Investasinya itu nanti ditanggung oleh keempat bank BUMN. Bank Mandiri sekarang lagi mengembangkan alat on board unit (OBU). Dengan alat ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraannya saat melintas di gardu tol," pungkasnya.

Konsolidasi ATM
Selain itu, Rico menyebutkan perseroan akan melakukan integrasi jaringan anjungan tunai mandiri (ATM) dengan tiga bank BUMN lainnya. Tahap awal, 50 mesin ATM Link tengah disiapkan untuk merealisasikan konsolidasi ATM pada pertengahan Juli mendatang.

"Rencananya total akan ada 800 ATM Link yang akan beroperasi, tapi masih dalam proses diskusi," ujar Rico.

Ia menyebutkan, biaya investasi ATM Link itu akan dibagi rata. Biaya pengadaan satu ATM sekitar US$7.000- US$8.000, dan biaya operasional untuk satu ATM mencapai Rp16 juta per bulan.

Head of Corporate Communication Bank Mandiri Ahmad Reza menambahkan, konsolidasi jaringan ATM ini dapat mendorong percepatan jumlah ATM di dalam negeri, juga efisiensi biaya investasi.

"Saat ini empat bank BUMN masih mendiskusikan besaran biaya administrasi yang akan dikenakan kepada nasabah ketika menggunakan ATM Link. Paling cepat dua minggu keluar putusannya," tutur Reza

Ia meyakinkan biaya administrasi di ATM Link lebih rendah ketimbang penggunaan ATM Bersama. (E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya