Ahok Segera Cuci Gudang Lurah Korup

(Put/Ssr/J-1)
17/5/2016 02:40
Ahok Segera Cuci Gudang Lurah Korup
(MI/Susanto)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam waktu dekat akan merombak sejumlah jabatan lurah di Jakarta. Perombakan itu sebagai puncak kejengkelannya karena ia mendapati masih banyak lurah mengutip uang dari warga. Hal itu misalnya saja, sambung Ahok, banyak lurah meminta uang dari warga dengan dalih untuk membersihkan lingkungan. Lurah itu mengutip dengan alasan untuk membayar tenaga petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Padahal, para petugas itu telah mendapat honor bulanan dari pemerintah provinsi (pemprov). "PPSU kerjanya bagus, tapi bermasalah jika lurahnya yang main. Banyak lurah yang main. Ketika warga ingin pohon ditebang, dia (lurah) minta Rp3 juta baru dikerjakan. Ini yang tidak beres dan saya harap masyarakat terus lapor," ujar Ahok di Balai Kota, Senin (16/5). Ia pun akan mencopot lurah-lurah yang masih memanfaatkan keberadaan PPSU. Tak hanya lurah, sekretaris dan bendaharanya pun terancam diganti jika tidak berani melaporkan lurah mereka. "Nanti misalnya ada satu kelurahan yang main, kita cuci gudangnya. Seluruh pejabat struktural sikat habis saja, satu kelurahan dicuci, bersihin, pindahin. Kita sudah punya data, kita kasih dia kesempatan 1-2 bulan ini, mau berubah apa enggak," tegas Ahok.

Sunat honor
Soal kinerja PPSU, Ahok memuji mereka karena sebagian besar rela bekerja hingga larut malam membersihkan saluran air. "Kalau PPSU rajin, kerja mereka luar biasa, enggak kenal waktu, sampai malam, kotor, jorok, semua siap," pujinya. Namun, yang mengenaskan, ujar Ahok, honor PPSU bersama sejumlah pekerja kontrak masih suka disunat tiap bulan. "Kami tahu semua. Kenapa saya belum pecat semua? Karena hasil tesnya belum muncul. Kalau hasil tes sudah muncul, mungkin Juni akan cuci gudang semua," ungkap Ahok. "Oknum lurah ada, camat juga ada, kasi (kepala seksi) juga ada, sudin (suku dinas) juga ada," tambahnya. Meski demikian, Ahok mengklaim warga Jakarta banyak diuntungkan dengan keberadaan PPSU walau kinerja mereka belum sampai pada titik optimal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya