Kondisi Sejumlah Rusunawa Memprihatinkan

MI
16/5/2016 11:45
Kondisi Sejumlah Rusunawa Memprihatinkan
(Warga bermain di komplek Rusun Kapuk Muara--MI/Galih Pradipta)

KONDISI sejumlah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) memprihatinkan. Infrastruktur bangunan sudah tidak layak sebagai tempat hunian, seperti Rusunawa Marunda dan Kapuk Muara, Jakarta Utara, Rusunawa Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan Rusunawa Daan Mogot, Jakarta Barat.

Dari pantauan Media Indonesia, cat Rusunawa Marunda yang dibangun pada 2008 sudah banyak yang mengelupas dan memudar. Teralis besi bercat hijau yang ada di setiap bagian belakang unit rusunawa di gugus C terlihat banyak yang lepas dan berkarat.

Saat kawasan rusunawa yang terdiri atas 26 blok itu dimasuki, jalanan yang terbuat dari konblok banyak yang rusak dan berlubang. Tidak semua ruas jalan di sana dilapisi konblok, masih ada jalan yang berlumpur dan tergenang air.

Kini penghuni rusunawa terganggu dengan konstruksi pipa pembuangan air yang buruk, yang menyebabkan kebocoran dan merusak infrastruktur rusunawa.

Seperti gedung rusunawa blok C4, saat beranda bangunan yang terdiri atas enam lantai itu dimasuki, penghuni langsung disambut dengan plafon asbes yang sudah ambruk dan menyisakan beberapa lubang dengan diameter 8-10 meter.

Tidak hanya itu, dari lubang-lubang itu, terjulur pipa-pipa pembuangan air yang terus menetes deras sehingga warga menampungnya dengan ember-ember bekas kaleng cat.

"Sudah tiga bulan plafon itu ambruk dan airnya menetes seperti itu ke lantai. Ini tetesannya lagi sedikit, kadang lebih deras dan lantai ini bisa banjir," kata Nur Usman, penghuni unit 104 blok C4.

Ternyata, kebocoran pipa pembuangan itu tidak hanya di bagian luar, di dalam unit-unit penghuni pun sama, seperti unit 103 blok C4 milik Sahwati Suciati.

Di dalam ruangannya, terdapat delapan ember untuk menampung tetesan-tetesan air itu. Bahkan, lampu di ruangannya pernah meledak karena aliran listrik terkena rembesan air.

"Penghuni sudah sering melapor ke pengelola. Mereka cuma datang dan foto. Kemarin katanya mau diperbaiki dari Maret, terus ditunda jadi April, tunda lagi jadi Mei.Ini baru dapat kabar katanya Juni baru direnovasi. Kita sih gak yakin, kebanyakan janji," cetusnya.

Rusunawa Pejompongan yang dibangun sejak 1994 itu diketahui belum satu kali pun direnovasi. "Sudah dari tahun 1996 saya tinggal di sini. Belum ada renovasi. Di sini banyak unit yang dikontrakkan, sudah kasatmata mas," ujar salah satu penghuni.(Wan/DA/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya