KAPOLDA Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengakui instansi yang dipimpinnya memiliki utang sebesar Rp26 miliar kepada pemerintah. Utang tersebut mayoritas berasal dari alokasi pemakaian listrik, telepon, dan air.
"Kita paling banyak utangnya jika dibandingkan dengan polda lain. Kenapa bisa? Karena kita boros," ujar Tito dalam pidato pisah sambut Kepala Biro Operasional, Kepala Biro Sarana dan Prasarana, serta Kepala Bidang Keuangan Polda Metro Jaya di Balai Pertemuan Metro Jaya, kemarin.
Pagu anggaran yang diterima per tahun, ungkapnya, tidak mampu untuk membayar utang. Kebanyakan anggaran yang diberikan dari Polri habis untuk belanja pegawai dan kegiatan operasional.
Bahkan, lanjut dia, biaya operasional yang disediakan untuk penyelidikan kasus perampokan, pembunuhan, dan kriminalitas lain juga tidak sepadan dengan jumlah perkara. "Kita bisa contoh Polda Jambi yang menggunakan sistem token dan sudah dijatah seperti pulsa. Begitu mau kerja, dinyalakan, dan begitu selesai baru dimatikan.(Gol/J-3)