Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan(Kemenhub) Hemi Pamuraharjo membenarkan adanya kesalahan mishandling dari groundhandling Lion Mentari Airlines (Lion Air) di Bandara Soerkarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 10 Mei lalu.
Ia memaparkan pada saat pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT161 parkir di R54, terdapat pula JT lainnya dari Padang yang parkir di R56.
Pada saat itu, sopir bus salah mengangkut penumpang, yang semestinya mengangkut penumpang pesawat dari Padang ternyata membawa 182 penumpang JT161 dari Singapura tujuan Cengkareng. Baru beberapa lama kemudian, bahwa penumpang yang diangkut tersebut ialah penumpang internasional.
"Sudah terlambat karena passenger sudah keluar dari Terminal I Bandara Soekarno-Hatta," katanya di Jakarta, Sabtu (14/5).
Akibat dari laporan masyarakat ini, Otoritas Bandara akan memanggil pihak-pihak terkait, dan dilakukan investigasi pada 16 Mei mendatang. Kemenhub akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang lalai.
Sebelumnya, keluarga salah satu penumpang Lion Air, yang mengaku bernama Zara Zettira, melaporkan kekeliruan sistem di bandara tersebut.
Berikut tulisan Zara yang tersebar di media sosial:
'Izin share informasi yang membutuhkan tanggapan dari Ibu/Bapak semua, pengalaman kawan saya:
Anak saya Natalie berangkat tgl 10 Mei dari Singapore 18.50 menggunakan pesawat Lion Air JT161 tiba di Jakarta 19.35 WIB. Pesawat ini mendarat tidak di Terminal II sebagaimana lazimnya kedatangan dari luar negeri melainkan pesawat mendarat di Terminal I, terminal domestic.
Anak saya dan penumpang warga negara asing tidak diarahkan oleh petugas ground crew Lion Air untuk cap paspor imigrasi, yg seharusnya menjadi protokol wajib bagi airlines yang berasal dari luar negeri.
Apakah situasi ini lazim? Penumpang penerbangan dari luar negeri mendarat di terminal domestic tanpa melewati pos imigrasi? Jika ini lazim, tidak kah berpengaruh pada keamanan negara, andai ada warga asing penyusup tanpa izin?
Bagaimana ya bila nanti sepenuhnya Lion air menguasai Halim Perdanakusuma, warga negara asing bisa bebas masuk juga tanpa pos imigrasi?
Tak ada satupun media meliput kejadian ini, padahal national security interest nya tinggi.
Peristiwa ini mengingatkan saya pada peristiwa WNA asal china yang bekerja di Halim Perdanakusuma tanpa izin keimigrasian'. (Wib/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved