Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Sektor Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasang garis polisi di rumah pelaku pemerkosaan anak di bawah tiga tahun (batita), sebagai aset kepolisian agar tidak dirusak oleh warga yang marah terhadap peristiwa tersebut.
"Kami telah memasang garis polisi di rumah pelaku, dan mengimbau warga untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian," kata Kapolsek Cibungbulang Kompol Ronny Mardiatun kepada Kantor Berita Antara, Rabu (11/5) petang.
Menurut Ronny, peristiwa tersebut cukup menggemparkan dan sempat membuat warga emosi karena tidak menyangka peristiwa pemerkosaan yang berakibat pada kematian bocah usia 2 tahun 2 bulan berinisial LN terjadi di kampungnya. Warga juga semakin kesal karena pelaku tidak lain ialah tetangga korban yang dikenal dekat oleh warga dan keluarga korban.
"Warga menyesalkan kejadian seperti itu terjadi di kampung mereka, apalagi korbannya adalah anak yang masih kecil," katanya.
Ronny mengatakan, pihaknya telah meminta pihak keluarga pelaku yakni orangtua dan saudaranya untuk mengungsi sementara waktu ke rumah kerabatnya. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas kampung dan juga menghindari insiden yang tidak diinginkan.
"Kami sudah minta keluarga pelaku untuk mengungsi dulu sementara, karena rumah tersebut merupakan tempat kejadian perkara, aset kepolisian, mengantisipasi jangan sampai dirusak, untuk keperluan penyelidikan," katanya.
Peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan dialami balita LN yang dilakukan oleh Budiansyah , 26, merupakan tetangga dekat rumah korban. Kejadian tersebut berlangsung Minggu (8/5) di rumah pelaku di Kampung Pabuaran Tonggoh RT 03/RW 05 Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang.
Perbuatan itu dilakukan pelaku saat korban sedang bermain ke rumahnya. Korban merupakan teman sepermainan adik dan juga keponakannya. Korban memang biasa bermain ke rumah pelaku yang tinggal bersama orangtuanya.
Pelaku mengaku tertarik kepada korban, sehingga mendorongnya melakukan perbuatan tersebut. Korban dibawa ke kamarnya, lalu meraba bagian paha dan juga kemaluan. Karena korban meronta, pelaku membekap mulut korban hingga korban kesulitan bernapas, lalu menyetubuhinya.
Karena ketakutan perbuatannya diketahui, pelaku lalu menyimpan mayat korban di dalam lemari. Keesokan harinya, Senin (9/5), pelaku membuang mayat korban yang sudah meninggal di belakang rumahnya. Untuk engelabui keluarganya, pelaku membungkus tubuh korban dengan seprei. Ia keluar dari rumah saat orangtuanya mengerjakan salat magrib.
Korban yang sudah meninggal dunia, dibuang begitu saja oleh pelaku di belakang rumahnya. Kondisi korban ditemukan sudah dalam keadaan membusuk, dengan pakaian dan celana yang masih terpasang. "Sebelum dibuang, pakaian korban dan celananya dipasangkan lagi oleh pelaku. Jadi biar kelihatan rapi gitu," kata Ronny. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved