Isu Risma Bersaing Untuk DKI 1 Hanya Penjajakan

Erandhi Hutomo Saputra
08/5/2016 21:32
Isu Risma Bersaing Untuk DKI 1 Hanya Penjajakan
(ANTARA)

BEREDARNYA poster dukungan terhadap Wali kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta di dunia maya dinilai hanya sebagai penjajakan PDIP yang hingga kini belum menentukan calon penantang Ahok.

Begitupun dengan kunjungan Megawati ke Surabaya pada 3 Mei lalu bertemu dengan Risma, juga tidak bisa dianggap sebagai dukungan pencalonan Risma di Pilkada DKI Jakarta.

Pengamat Politik Universitas Gajah Mada Arie Sudjito berpendapat, penjajakan yang dilakukan partai berlambang banteng itu karena belum menemukan sosok kuat yang sebanding dengan Ahok.

"Itu mungkin baru penjajakan karena PDIP belum punya kandidat yang kuat sebanding dengan Ahok, belum tentu disimpulkan sebagai (dukungan) pencalonan,” ujar Arie, Minggu (8/5).

Arie melihat, sebaiknya kepala daerah berprestasi seperti Risma tidak perlu dipaksakan untuk menjadi penantang Ahok. Lebih baik, kata dia, PDIP menyiapkan Risma untuk menjadi Gubernur Jatim.

“Banyak energi yang sia-sia kalau dia bertarung di Jakarta, banyak kesempatan di Surabaya dan Jatim. Biar pembagian tugas untuk mendorong perubahan di daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, Risma tidak akan tergoda untuk ikut Pilkada DKI Jakarta meskipun Risma telah menjadi kader partai. Pasalnya, dalam pencalonan penuh dengan negosiasi politik. "Belum tentu juga Risma mau, kandidasi itu penuh negosiasi,” tukasnya.

Sementara itu Direktur Populi Center Usep Ahyar menyebut adanya poster dan kunjungan Megawati sebagai taktik PDIP untuk melihat opini publik. “Saya kira taste the water karrna belum menentukan apakah Risma atau yang lain, lebih banyak spekulasi,” kata Usep.

Potensi diusungnya Risma sebagai calon Gubernur DKI, menurut Usep sangat besar karena tingkat elektabilitasnya dibanding dengan calon internal PDIP lainnya seperti Wagub DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat sangat jauh. Meski Risma secara tegas menolak, Usep berpendapat pencalonan merupakan kebijakan partai.

Ia pun setuju jika kepala daerah berprestasi tidak perlu bertarung satu sama lain, namun karena nafsu politik partai yang tidak ingin kehilangan muka dalam Pilkada, terkadang masukan publik tidak dihiraukan.

“Cuma sekarang partai tidak mau kehilangan muka makanya kader terbaik tetap dicari, intinya yang bisa mengalahkan Ahok,” cetusnya.

Menanggapi beredarnya poster dukungan kepada Risma, politisi PDIP Masinton Pasaribu berdalih jika hal tersebut merupakan inisiatif dari para simpatisan ataupun relawan Tri Rismaharini. PDIP, kata Masinton, hingga saat ini belum memutuskan calon maupun kader yang akan diusung, pasalnya hingga saat ini PDIP masih melakukan seleksi penyaringan bakal calon.

“Belum diputuskan, sekarang masih penjaringan dan penyaringan, yang memutuskan Cagubnya berdasarkan keinginan masyarakat dan tentu akan diputuskan Ketua Umum ibu Megawati,” jelas Masinton. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya