Jangan Lupa Ngaca,Mungkin Jodohmu di Kereta

Dede Susianti
03/5/2016 10:20
Jangan Lupa Ngaca,Mungkin Jodohmu di Kereta
(MI/Dede Susanti)

KEPADATAN di Stasiun Bogor saat libur akhir pekan (1/5) yang berbarengan dengan peringatan Hari Buruh (May Day) mulai tampak sejak pagi. Panas menyengat tak menyurutkan penumpang berdatangan ke sana. Mereka datang dan pergi meninggalkan Kota Hujan.

Di tengah hiruk pikuk ribuan penumpang, satu sudut menyita perhatian penumpang. Posisinya ada di area pintu masuk stasiun atau tepat di belakang pintu elektrik. Di sana terdapat cermin ukuran jumbo, lebar dan tingginya sekitar 2 meter. Bingkai cermin itu hitam. Sepintas terlihat seperti televisi layar datar.

Keberadaan cermin jumbo tersebut bagi pengguna tetap kereta commuter line (KCL) sudah biasa. Itu sudah ada sejak enam bulan lebih. Namun, bagi yang jarang menggunakan KCL, itu pasti menyita perhatian.

Apalagi, tulisan besar berwarna merah menyala, mencolok mata, dengan kalimat 'Jangan Lupa Ngaca, Mungkin Jodohmu di Kereta'. Tulisan itu membuat orang yang melihat langsung tersenyum simpul dan tertawa kecil. Untuk mereka yang membawa teman, kalimat itu menjadi bahan guyonan.

"Ada saja ide orang kreatif. Tapi lucu juga sih,"kata Rahadian, 25, salah seorang penumpang yang tengah menunggu temannya yang mengantre membeli tiket KCL.

Tingkah polah penumpang yang tengah menunggu KCL pun bervariasi dengan cermin tersebut. Ada yang malu-malu kucing meski pada akhirnya mengaca. Ada juga yang cuek saja berkaca. Bahkan tidak sedikit yang cukup lama berkaca, merapikan tampilan dan dandanannya.

"Unik. Tulisan ini lucu-lucuan saja. Enggak apa-apa. Bagus ada cermin gede, kita bisa rapi-rapi dulu. Apalagi kalau habis hujan, suka berantakan. Kita dandan atau, yah, rapihin riasan," kata Eriani, salah seorang penumpang yang mengaku pengguna setia KCL tujuan Pasar Minggu.

Sejumlah pertanyaan konyol sering dilontarkan penumpang ke petugas jaga pintu, terkait dengan kaca dan tulisan itu.

Seperti diakui Herdy, 30, salah satu penjaga pintu di Stasiun Bogor. Ia mengaku sering ditanya penumpang mengenai tulisan di cermin jumbo tersebut. "Mas, Mas, benar, ya, siapa tahu jodoh saya di sini," ujar Herdy menirukan perkataan penumpang kepada dirinya.

Menurut Herdy, ada saja cerita lucu dari para calon penumpang sejak tulisan itu ada di cermin besar. Sebelumnya cermin itu polos saja, baru sekitar satu pekan ada tulisan tersebut di sana. Ia tidak tahu siapa yang menuliskannya.

Setali tiga uang dengan Irfan, kolega Herdy. Irfan tidak tahu siapa penulisnya. "Bukan kami, mungkin dari pihak stasiun. Sepertinya dibuat malam hari," kata Irfah.(J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya