Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI jumlah pengguna kereta commuter line (KCL) Jabodetabek meningkat 24,5%, manajeman PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) belum mampu mengatasi keterlambatan KCL yang dikeluhkan pengguna.
Hal ini diakui Direktur Utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila, seusai memberikan penghargaan kepada pengguna KCL teraktif, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Fadhila menjelaskan, kini rata-rata jumlah penumpamg per hari mencapai 855.000 orang. Pada 2015, rata-rata mencapai 737.037 per hari. Ada kenaikan 24,5%. Pihaknya menargetkan pada 2019, jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang per harinya.
"Tapi memang, kami belum bisa mengatasi keterlambatan perjalanan KCL yang selama ini menjadi keluhan pengguna," ungkap Fadhila.
Masalah itu, menurut Fadhila, terjadi karena seringnya gangguan sinyal. Akibatnya, jarak kedatangan antarkereta di stasiun terganggu.
Kedua hal itu, ungkapnya, terjadi karena alat persinyalan yang sudah uzur dan bercampurnya jalur KCL dengan jalur kereta jarak jauh. Di Stasiun Manggarai, misalnya. Ia mengakui saat ini masih terjadi antrean masuk dan keluar KCL di stasiun tersebut.
Dijelaskan Fadhila, Stasiun Manggrai terdiri dari tujuh jalur. Dari jumlah itu, yang bisa melayani KCL dari arah Tebet (Bogor) hanya 2 jalur, sedangkan KCL dari arah Bekasi 3 jalur.
Sebaliknya, dari arah Cikini tujuan Bogor hanya masuk jalur 6 atau 7, tidak bisa jalur lain karena masalah persinyalan sehingga KCL harus bergantian dengan KCL dari arah Sudirman yang juga tujuan Bogor. KCL-nya hanya bisa masuk jalur 6 atau 7. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya antrean.
"Saat ini belum bisa ditangani. Dengan rencana pembangunan Stasiun Manggarai, kita akan ubah sistem itu, tapi sabar, tidak dalam waktu dekat. Proyeknya diprediksi baru akan selesai dalam waktu 3 tahun. Pengerjaannya bersamaan dengan double track dari Bekasi," kilahnya.
Fadhila yakin antrean itu bisa berkurang jika proyek pembangunan Stasiun Manggarai rampung. "Bahkan tidak ada antrean lagu," janjinya.
Di mata Neneng Marlina,35, pengguna aktif KCL yang mendapat hadiah dari PT KCJ mengaku bahwa pelayanannya KCL semakin baik. Namun, pelayanan utama dari KCL, yakni ketepatan waktu tempuh masih, jauh dari harapan.
"Kereta kami bisa ngantre masuk Stasiun Manggarai hampir 2 jam. Kalau berdiri, itu sangat menyiksa. Apalagi, di jam sibuk (pagi dan sore) sering terjadi penumpukan penumpang," ujarnya.
Hal senada dikatakan Sabari, 45, pengguna KCL yang juga mendapatkan penghargaan dari PT KCJ. Ia berharap, sewajarnya penambahan fasilitas bisa mengatasi keterlambatan kereta. Karena ketepatan kedatangan kereta itu yang paling dibutuhkan pengguna.
"Memang fasilitas ditambah, dibilang menyamai dengan kondisi perkerataapian negara modern. Namun, kalau kedatangan kereta tidak ada perubahan, fasilitas yang ditambah tidak berarti apa-apa." tukasnya.(Sri/Gan/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved