Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERINGATI Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh tiap 1 Mei, buruh di Jabodetabek kerap mengisinya dengan aksi unjuk rasa di sekitar kawasan jantung Ibu Kota Jakarta. Berbeda dengan biasanya, tahun ini ratusan ribu buruh yang turun ke jalan lebih memaknai May Day dengan hari gembira.
Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kegiatan unjuk rasa saat peringatan tersebut kerap disusupi aksi anarkistis, mulai dari blokade jalan hingga bentrokan dengan aparat keamanan. Namun tahun ini, apa yang terus dikhawatirkan banyak orang itu tidak terjadi.
Massa buruh sejak Minggu (1/5) pagi hingga sore memilih menyampaikan pendapat mereka secara damai. Pada kesempatan kali ini, aksi para buruh berjalan cukup tertib. Berbarengan dengan car free day atau hari bebas kendaraan, demonstran dilarang untuk orasi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Begitu pula dengan aksi jalan kaki (long march) yang dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas.
Seperti biasa, Bundaran HI merupakan salah satu titik kumpul buruh saat May Day. Pergerakan buruh kali ini sudah mulai memenuhi kawasan depan Istana Merdeka sekitar pukul 12.00 WIB. Di sana, para buruh membungkus aksi menyatakan pendapat dengan kegembiraan.
Dari atas mobil komando, salah satu orator mengajak massa yang hadir untuk berjoget dan menikmati hiburan musik bersama. "Hari ini adalah hari kita, hari buruh. Agar meriah, mari kita mulai dengan goyang dumang bersama," ajaknya kepada demonstran di depan Istana Negara, Minggu (1/5) siang.
Tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, sejumlah tuntutan buruh secara garis besar sama. Hal itu menyangkut kenaikan gaji, penghapusan outsourcing, jaminan kesehatan, dan isu baru tentang reklamasi pantai.
Ketua Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMII), Mohammad Irayadi, menyampaikan, selama ini perjuangan para buruh sudah banyak mendapatkan hasil. Diketahui tidak sampai setengah dari perusahaan saat ini masih menerapkan kontrak kerja yang dinilai merugikan buruh.
"Banyak perusahaan telah kita dorong lakukan perubahan. Kita akan tetap melawan perusahaan yang belum memperhatikan nasib buruh," cetusnya.
Irayadi menambahkan, hasil lain yang dirasa membanggakan dari perjuangan selama ini adalah ditetapkannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Perhatian tersebut diberikan setelah melalui perjuangan cukup panjang. Hingga akhirnya pemerintah mengakui bahwa buuh merupakan satu elemen terpenting dari kehidupan ekonomi negara.
"Kita dapatkan (hari libur) itu bukan dari pemberian, tapi perjuangan. Kita tunjukkan perjuangan belum berakhir," ucapnya.
Aksi unjuk rasa buruh yang digelar di depan Istana Negara tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 13.00 WIB, massa sudah berangsur meninggalkan lokasi untuk menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dengan kendaraan. Di SUGBK, buruh disuguhi hiburan musik dari Band Gigi dan Marjinal. Di samping itu, turut dideklarasikan organisasi buruh yang diberi nama Rumah Rakyat Indonesia (RRI). (DA/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved