Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menuju dan membangun kedaulatan pangan, industri, serta mencapai swasembada, perbenihan Indonesia harus bermutu. Selain itu, Indonesia juga harus mandiri benih.
Oleh sebab itu, dalam Kongres Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) 2016 yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Center (IICC), Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/4), Kemandirian Benih untuk Membangun Kedaulatan Pangan dan Industri dijadikan tema dan jadi pembahasan serius.
Dalam kongres itu terpilih Ketua Peragi yang baru atau periode 2016-2019 Muhamad Syakir yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian. Hari itu, dia resmi menggantikan Achmad Mangga Barani.
Dalam sambutan terakhirnya, Achmad Mangga Barani mengatakan, dirinya sengaja mengedepankan isu perbenihan, khususnya yang bermutu, karena merupakan sumber awal dari kedaulatan pangan.
"Kalau benih sudah tidak jelas, yang lain pun mengikuti. Hasilnya tidak maksimal. Baik dari sektor hortikultura maupun sektor pangan. Kalau diusahakan benih yang bagus, produksi naik cepat, kualitas produksi bagus dan bermutu," katanya.
Dia mengatakan, hingga saat ini, di Indonesia, untuk benih padi saja belum mencapai 50% bermutu. "Kenapa padi atau beras kita tidak bisa berkualitas, ya karena mutu benih itu tadi. Padahal, kalau dengan hitungan 50% saja, kita bisa swasembada. Kalau lebih dari itu, ekspor juga sudah bisa," katanya.
Dia menjelaskan kenapa jadi perbedaan antara swasta dan petani biasa (rakyat). Itu, katanya, karena benih di perusahaan pasti benih unggul dan yang swadaya itu 60-70% nonsertifikat. "Apa pun yang dilakukan kalau benihnya tidak bagus, hasilnya pun akan sama. Tidak bagus."
Dia menyebutkan, dalam kongres yang disertai dengan seminar itu ada sebanyak 150 pemakalah. "Di sini kita akan sharing mana yang terbaik. Nantinya bisa kita terapkan untuk membangun kedaulatan pangan dan industri kita," katanya.
Soal perbenihan nasional ini, lanjutnya, masih sangat banyak tantangan dan hambatan. Dia menyebutkan, ada tiga komponen utama yang harus jadi perhatian serius yakni penyebaran, pengawasan, dan pengendalian.
Menurut Mangga Barani, peran peneliti dalam varietas benih sangat penting. Dan itu akan terwujud jika pemerintah melindungi iklim. Pemerintah juga harus bisa memberikan kepastian hukum dan kebijakan yang berpihak.
"Kepastian hukum berupa pemberian hak atas pemula dan mengendalikan pemalsuan benih secara ilegal. Kebijakan pemerintah bisa berikan insentif baik sayuran hortikultura mutlak diberikan. Pemerintah juga harus berikan komitmen pada industri untuk mengembangkan perbenihan nasional."
Sementara itu, Ketua baru Peragi Muhammad Syakir mengatakan, pihaknya akan mendampingi Kementan untuk membantu dengan sistem pertanian modern.
Ditemui usai terpilih, dia mengatakan Peragi memiliki potensi besar membangun pertanian Indonesia menjadi agronom moderen, meningkatkan produktivitas, dan berdaya saing.
Dia mengaku sudah menyiapkan sejumlah program kerja. Sebagai langkah awal, terlebih dahulu dia akan melakukan konsolidasi, menginventarisasi komisi-komisi di daerah yang belum efektif, dan merangkul semua pemikiran, serta menjalin kerja sama dengan lembaga riset lainnya termasuk balitbang.
Dengan posisinya yang juga sebagai Kepala Balitbangtan, dirinya punya kekuatan tambahan. Dan itu jadi modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian dengan mendorong hilirisasi inovasi yang dihasilkan baik oleh perguruan tinggi maupun Balitbangtan.
"Balitbang basisnya inovasi penelitian dan Peragi basisnya mendorong peneliti dan iptek, menjadi kekuatan kembar bermuara pada inovasi, membumikan inovasi dan iptek supaya terealisasi ke masyarakat dan memberikan manfaat," paparnya.
Dia pun menunjukkan kekuatan barunya yakni anggota Peragi yang saat ini ada sekitar 5.000 di seluruh Indonesia. Dengan anggota sebanyak itu yang berasal dari perguruan tinggi, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat, petani, menjadi modal utama, mendorong pembangunan pertanian Indonesia.
"Agronom sangat penting, Peragi sebagai salah satu organisasi keprofesian di lingkup pertanian tersebar di Indonesia, jika didorong akan memberikan andil bagi pembangunan pertanian yang modern," pungkasnya. (DD/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved