Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka peringatan atau perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 TNI Angkatan Udara, Pangkalan Udara Atang Sandjaya (Lanud ATS), Semplak, Bogor, menggelar bakti sosial operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit.
Baksos tersebut hasil kerja sama Yayasan Media Group, Yayasan Bhakti Indonesia, dan Smile Train Indonesia.
Setelah sosialisasi selama satu bulan, pelaksanaan operasi sumbing bibir dan langit-langit baru dilaksanakan Selasa (26/4) siang, di Rumah Sakit Angkatan Udara dr Hasan Toto, Lanud ATS.
Meski gratis, mencari sasaran atau pasien sumbing bibir rupanya cukup sulit. Pasien sumbing bibir yang hari itu dilaksanakan pun hanya 12 orang. Ke-12 pasien itu pun didapat setelah tim panitia, dalam hal ini TNI AU ATS, melakukan penyebaran informasi dengan menggunakan helikopter.
Tidak kurang dari 1.000 pamflet informasi baksos operasi sumbing bibir dan langit-langit disebar dari atas heli, khususnya ke pelosok-pelosok wilayah Bogor dan sekitarnya.
Kepala RSAU dr Hasan Toto, Letnan Kolonel Kesehatan dr Mukti Berlian menyebutkan untuk pasien sumbing bubir ini kebanyakan ialah mereka yang ada di pelosok. Mereka, katanya, punya mitos bahwa anak yang lahir sumbing merupakan sebuah kutukan sehingga harus disembunyikan.
"Jadi kalau pun ada pengobatan, setelah keluar atau lahir langsung dioperasi. Ini kata dr Tommy (ahli bedah yang mengoperasi di baksos itu), adalah temuan baru," ungkapnya.
Dia mengatakan pengobatan itu direncanakan panjang yakni kurun satu tahun. "Kita laksanakan baksos ini bukan hari ini saja, tapi panjang. Satu tahun kita gelar operasi gratis ini," jelasnya.
Namun, ia mengakui untuk mencari pasien penderita bibir sumbing ternyata tidak mudah. Jumlah 12 pasien yang dioperasi Selasa ini saja menurutnya relatif cukup banyak. "Tidak bisa sendiri. Mencari pasien sumbing bibir dan langit-langit ini kita lewat heli. Pakai heli kita menyebar pamflet informasi di daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau dan cukup efektif," ungkapnya.
Selain itu juga, lanjutnya, penyebaran informasi atau sosialisasi kegiatan dilakukan melalui surat ke dinas kesehatan dan disebarluaskan lagi ke puskesmas-puskesmas.
Karena pelaksanaan masih akan berlanjut hingga bertemu kembali dalam peringatan HUT TNI AU tahun depan, Mukti mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan penyebaran informasi dengan menggunakan helikopter. Lebih banyak lagi pamflet yang akan disebarkan.
Terkait itu, pihak dari Yayasan Media Group pun menyatakan kesiapannya untuk membuat lebih banyak atau penyediaan pamflet. "Kami siap cetak pamflet lebih banyak lagi. Kami ingin lebih banyak lagi pasien yang dioperasi," kata Ketua Yayasan Media Group Ali Sadikin yang juga ditemui di acara baksos tersebut.
Sementara itu, Komandan Lanud ATS Marsekal Pertama Heri Budianto menegaskan perihal kesiapan pihaknya, RSAU dr Hasan Toto, sebagai sentra pengobatan pasien sumbing bibir. "Kami siapkan sepanjang 2016 ini sebagai sentra pengobatan, operasi sumbing bibir dan langit-langit," katanya.
Dia mengatakan kesiapannya itu juga sudah didukung dengan SDM dan fasilitas pendukung baik yang dilakukan pihaknya maupun bantuan dari mitra kerja sama. "Ahli bedah, ada bantuan dari Yayasan Bhakti Indonesia dan Smile Train. Kami juga sedang persiapkan ruang OK baru. Ada tiga ruang operasi baru yang sebelum Idul Fitri sudah selesai," katanya.
Kesiapan untuk membantu pun disampaikan oleh Ruth Advencya Monalisa, Program Director Smile Train Indonesia. Mona mengatakan, pihaknya sangat siap membantu. Pihaknya mengatakan memiliki 70 mitra. "Kami siap. Dengan senang hati kami siap bantu, dr Tommy juga dari Yayasan Bhakti Indonesia akan membantu dan beberapa dokter lainnya," ujarnya. (DD/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved