Massa Beringas, Polisi Batalkan Prarekonstruksi Kasus Mutilasi Cikupa

Sumantri B Handoyo
23/4/2016 18:17
Massa Beringas, Polisi Batalkan Prarekonstruksi Kasus Mutilasi Cikupa
(ANTARA)

UNTUK mengantisipasi terjadinya sesuatu yang dapat mengancam jiwa Kusmayadi alias Agus, 33, pelaku mutilasi terhadap wanita hamil tujuh bulan di Kampung Telaga Sari, Desa Telagasari RT 12/01, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Kota Kabupaten Tangerang, dan Polsek Cikupa, Sabtu (23/4), menunda pelaksanaan prarekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Pasalnya, ketika pelaksanaan prarekonstruksi tersebut digelar, ribuan massa yang ingin menyaksikan adegan pembantaian tersebut sudah memadati lokasi. Bahkan, dari ujung Gang Masjid Jami Cikupa hingga ke rumah kontrakan korban yang berjarak sekitar 200 meter, massa sudah menyemut sejak dini hari.

"Saya datang ke sini mau lihat pelaku mutilasi. Kayak apa si orangnya, kok kelakuannya seperti monster," kata Uun, warga Curug, yang sengaja datang ke lokasi menyaksikan rencana prarekontruksi tersebut.

Begitu juga dengan Iwan, warga Cikupa. Pemuda tersebut justru mengatakan, orang seperti itu (Agus) tidak bisa diberi pengampunan dan harus mati.

Melihat situasi warga yang tidak terbendung ingin melihat pelaku mutilasi terhadap wanita hamil tujuh bulan, Nur Atikah, 34, yang tak lain ialah wanita simpanan pelaku, petugas akhirnya membatalkan rencana prarekonstruksi tersebut.

Pasalnya, ketika petugas Polsek Cikupa dan juga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisari Besar, Krishna Murti memberikan imbauan melalui pengeras suara agar warga tidak bertindak anarkistis, massa malah langsung berteriak, "Matiin saja orang itu".

Melihat warga semakin beringas, tim gabungan dari Polda Metro Jaya itu pun urung melaksanakan prarekonstrusi. "Karena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan, rencana prarekonstruksi ini kami batalkan," kata Krishna.

Kapolsek Cikupa Komisaris Gunarto mengatakan prarekontruksi tersebut akan dijadwalkan ulang di lain waktu dan ada kemungkinan di lokasi yang berbeda. (SM/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya