Akhir Pelarian Jagal Cikupa

Budi Ernanto
21/4/2016 18:12
Akhir Pelarian Jagal Cikupa
(Ilustrasi)

KISAH pelarian Kusmayadi alias Agus alias Petrus berakhir sudah. Setelah melakukan pembunuhan yang disertai mutilasasi terhadap Nuri Atikah, kekasihnya yang sedang mengandung, Agus mencoba menghilangkan jejak.

Surabaya menjadi pilihan Agus untuk menghindari kejaran polisi. Namun, Rabu (20/4), Agus, 32, tidak berkutik saat tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkapnya di Surabaya, Jawa Timur. Dari pengakuannya Agus sudah di Surabaya selama sepekan setelah membunuh Nuri, Minggu (10/4).

Kepada penyidik, Agus mengaku sama sekali tidak berniat membunuh kekasihnya. Pembunuhan itu terjadi setelah pasangan tersebut bertengkar di rumah kontrakan mereka di Cikupa, Tangerang.

Pertengkaran itu dipicu permintaan Nuri agar Agus segera bertemu dengan keluarganya yang ada di Banten karena sudah hamil. Namun, Agus belum memiliki keberanian untuk itu. "Saya hanya bilang sabar, ya," ujarnya.

Jawaban itu membuat Nuri kalap. Ia lalu mendorong Agus. Tidak terima diperlakukan kasar, Agus lalu memiting leher Nuri selama sekitar 30 menit.

Kemudian, terbesit pikiran untuk menghilangkan jejak dan Agus langsung mengambil golok dan memotong kedua tangan Nuri. Agus membuangnya secara terpisah dan dilakukan keesokan hari setelah ia menghabisi nyawa Nuri.

Polisi hingga kini baru menemukan satu tangan Nuri di kawasan Tigaraksa, Tangerang. Agus yang masih diperiksa di Polda Metro Jaya pada Kamis (21/4), Jakarta setelah diterbangkan dari Surabaya belum mengatakan di mana tangan lainnya.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan Agus yang ditangkap di sebuah rumah makan, tidak menunjukkan rasa penyesalan. Ia bahkan berbicara dengan tenang saat ditanya penyidik.

"Yang bersangkutan juga tidak melawan. Kami tangkap dengan elok," kata Krishna. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya