Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA perpanjangan rute Trans-Jakarta hingga masuk wilayah mitra, seperti Bekasi, disambut baik oleh warga setempat. Selama ini, warga Bekasi masih kesulitan mencari moda transportasi umum yang nyaman dan ekonomis.
Eni Kusuma, 29, warga Bekasi yang bekerja di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, mengaku senang mendengar rencana perpanjangan rute bus Trans-Jakarta. Dengan begitu, dia mengaku sudah memimpikan bisa berangkat menuju kantornya dengan ongkos murah.
"Wah, kalau benar rute Trans-Jakarta bakal sampai Bekasi tentunya mempermudah warga, Bekasi-Jakarta bisa hanya keluar ongkos Rp3.500," ungkap Eni, Rabu (20/4).
Eni mengatakan, selama ini dirinya selalu berangkat dari Bekasi menuju Thamrin menggunakan jasa Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) atau bus kota Mayasari Bhakti AC 52 jurusan Bekasi-Tanah Abang. Ongkos yang biasa dikeluarkannya bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp13.000 untuk APTB.
Bahkan, saat pulang dari kantor bila dia ingin menggunakan jasa APTB kembali harus menambahkan Rp3.500 sebagai biaya masuk halte Trans-Jakarta. Sehingga, bagi dirinya, perjalanan tiap hari terasa 'berat di ongkos'.
"Rasanya memang tekor di ongkos ya selama ini, padahal kalau bisa moda transportasi umum Jabodetabek itu terintegerasi satu sama lain, agar warga tak dirugikan," jelas Eni.
Senada diungkapkan Nuryadi, 32, seorang karyawan swasta yang bekerja di daerah Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Lagi-lagi, menurut dia, hal yang paling mengesalkan saat naik bus APTB ialah masalah ongkos. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh masuk wilayah Jakarta, dia harus mengeluarkan ongkos sama mahalnya dengan ongkos sampai dengan tujuan akhir.
"Misalnya saya hanya turun di (halte) BNN, Cawang, Jakarta Timur, ya dipukul rata ongkosnya, mending ongkos aslinya murah, mahal sampai Rp13.000, bisa dapat beli bensin 2 liter itu," ujar Nuryadi.
Sebagai pengguna jasa moda transportasi umum, Nuryadi pun berharap Pemkot Bekasi tidak menolak usulan dari Pemprov DKI tersebut. Bahkan, bila memungkinkan pemerintah setempat bisa bekerja sama menyediakan moda transportasi umum yang sederhana agar perjalanan warga bisa lebih mudah.
"Kalau one destination one transportation enak tuh, satu untuk semua, warga jadi mudah, segalanya terintegerasi, antara bus, kereta, dan angkutan umum, mungkin warga akan lebih tertarik beralih ke transportasi umum," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menyampaikan, saat ini pihaknya justru belum menerima rencana kerja sama perpanjangan rute tersebut dari Pemprov DKI Jakarta. Namun, bila memang itu terjadi, kedua kepala daerah harus duduk bersama untuk membahas secara mendalam.
"Sebab kalau bahas transportasi itu tidak bisa mengkotak-kotakkan satu moda dengan lainnya, harus menyeluruh, apalagi antardaerah," ungkap Yayan.
Menurut dia, sebetulnya sudah ada Trans-Jabodetabek yang harusnya bisa menangani moda transportasi wilayah mitra seperti Bekasi, Bogor, dan Depok. Namun, hal itu belum berjalan efektif. "Bahkan baru ada pemilihan ketua kemarin," ujar Yayan.
Yayan mengatakan, bila akhirnya rute Trans-Jakarta diperpanjang hingga masuk ke Kota Bekasi tentunya akan menuai konflik di berbagai kalangan, terutama pengusaha angkutan umum. Bahkan, Pemkot Bekasi pun butuh waktu untuk menyiapkan halte pemberhentian hingga melebarkan jalan untuk persiapan masuknya bus Trans-Jakarta.
"Ruas jalan dalam kota kita kan tidak disiapkan untuk laju bus Trans-Jakarta, jadi tentunya butuh persiapan serta anggaran yang memadai," ujarnya.
Secara terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ikut menyambut baik rencana perpanjangan Trans-Jakarta ke Kota Bekasi. Menurut dia, hal tersebut dapat membantu pelayanan transportasi bagi masyarakat di wilayahnya Sebab, warganya cukup banyak yang beraktivitas di Jakarta.
"Bagus, kita dukung selama itu memudahkan kenyamanan dan mobilitas warga Bekasi," ujarnya singkat. (Gan/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved