Pencarian Dihentikan, Seorang Gurandil Dibiarkan Terkubur Longsor

Dede Susianti
18/4/2016 20:55
Pencarian Dihentikan, Seorang Gurandil Dibiarkan Terkubur Longsor
(MI/DEDE SUSIANTI)

HINGGA Senin (18/4), masih ada satu orang penambang emas tanpa ijin (PETI) atau liar yang juga sering disebut gurandil tertimbun di dalam lubang Balon, di areal tambang milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pencarian dan evakuasi yang dilakukan sejak Jumat(15/4) atau beberapa jam pascakejadian hingga hari Minggu (17/4) tidak membuahkan hasil. Hal itu disebabkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Medan yang jauh dan curam membuat para petugas kesulitan.

Tim akhirnya memutuskan menghentikan pencarian secara permanen. Artinya, satu penambang yang masih ada di dalam lubang dibiarkan, ditinggalkan, dan terkubur. Seperti diungkapkan Humas PT Antam UBPE Pongkor Bagus Purwananda melalui pesannya kepada Media Indonesia, Senin (18/4) petang.

"Dihentikan, karena cuaca buruk. Warga juga sudah berhenti sejak Minggu," kata Bagus.

Dia juga menyebutkan, bahwa orang atau penambang yang masih tertimbun itu orang tidak dikenal. Selain cuaca di sekitar buruk, lokasi dan kondisi lubang juga hancur. "Dihentikan evakuasinya. Dihentikan permanen karena tim tidak mampu lagi melanjutkan. Dan orang ini tidak ada infonya, tidak jelas identitasnya," katanya.

Penghentian evakuasi juga dipertegas oleh Kapolsek Nanggung Ajun Komisaris Dodi Rosjadi. "Sampai saat ini evakuasi diberhentikan karena cuaca dan sulitnya medan. Melihat situasi saja tidak bisa memastikan. Bagi kami, siap permanen dan siap melanjutkan," kata Dodi seperti disampaikan melalui pesan WhatsApp.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (15/4) pagi, lubang Balon, lubang liar di daerah Butak, di lubang Tongrek/Tepus, yang ada di areal tambang Antam atau tepatnya di Kampung Ciguha, Desa Bantar Karet, longsor. Akibat kejadian itu, empat gurandil tertimbun.

Seperti diungkapkan Minta, saksi mata yang juga salah satu penambang liar kepada kepolisian, pada hari itu, dia bersama enam teman lainnya masuk ke dalam lubang Balon. Di dalam lubang, Minta dan enam rekannya bertemu dengan satu orang penambang liar lainnya yang tengah bekerja mengambil bebatuan emas.

Minta menyebutkan, dia dan teman-temannya yang bersamaan masuk tidak mengenali orang itu. Meski demikian, mereka tetap melanjutkan mencuri bebatuan yang mengandung emas. Namun, tiba-tiba tanah di bagian atas ambruk, longsor, dan menimpa mereka.

Minta mengaku melihat jelas ada empat orang yang tertimbun. Tiga di antaranya ialah rekannya. Sementara dia dan tiga orang lainnya berhasil keluar dan selamat. (DD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya