Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse Narkoba Polres Depok menyasar kontrakan tempat berkumpulnya gembong narkoba di Depok. Hal itu dilakukan karena penyalahgunaan narkoba jenis ganja dan sabu tergolong tinggi di kota itu. Berdasarkan catatan polisi, angka penyalahgunaan narkoba dari Januari hingga April 2016 mencapai 105 orang.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana sejak Januari 2016 hingga sekarang sudah terjaring 105 penyalaguna narkoba di wilayahnya. Jumlah itu di luar 117 orang yang telah divonis pengadilan di Rumah Tahanan Negara Kali Mulia, Cilodong, Kota Depok.
Tingginya penyalahgunaan narkoba di Kota Depok juga menunjukkan banyak penyalahgunanya pada usia produktif, yakni rentang usia 20-39 tahun. Polisi pun menyasar rumah-rumah kontrakan atau kos-kosan tempat gembong untuk mengedarkan narkoba.
"Kita mengintensifkan menyasar kontrakan dan tempat kos di kampung-kampung," kata Putu Kholis.
Ia menambahkan, angka pertumbuhan penduduk yang cepat serta tingkat ekonomi yang tinggi menjadi penyebab tingginya angka penyalahgunaan narkoba. Dari pengungkapan kepolisian, beberapa tempat seperti Pancoran Mas, Sukma Jaya, Beji, dan Limo menjadi wilayah rawan penyalahgunaan narkoba.
"Karena itu, Kota Depok perlu memberi perhatian khusus tentang bahaya penyalahgunaan narkoba," imbuh Putu.
Menyoal asal muasal narkoba tersebut, ia mengatakan bahwa belum ada indikasi Kota Depok sebagai tempat produksi narkoba. Namun, pihak kepolisian tetap menyelidiki kemungkinan tersebut.
"Masih tetap kita selidiki apakah di Kota Depok ada indikasi sebagai tempat produksi narkoba. Hanya saat ini Kota Depok dijadikan tempat tujuan penjualan narkoba," ujarnya.
Meski angka penyalahgunaan narkoba yang terbilang cukup tinggi, Putu belum mengkategorikan wilayahnya sebagai daerah darurat narkoba.
Sementara itu, Kapolres Depok Kombes Dwiyono menambahkan, pihaknya sangat tegas memberantas peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya di wilayahnya. Bahkan, untuk jajaran internal pun, pihaknya tidak main-main. "Kalau nanti ada yang terbukti, kita tindak sesuai aturan," katanya.
Menurut Dwiyono, seluruh polisi di wilayahnya sudah menjalani tes urine, dan hasilnya dinyatakan negatif. Tes ini akan terus dilakukan secara acak dan spontan. "Jangan sampai di lingkungan sendiri tidak bersih dari penyalahgunaan narkoba," pungkasnya. (KG/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved