Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INSIDEN penculikan anak terulang. Kali ini korbannya, Risna Ayu Prasetio, 11, dan Salwah Harizah, 11, siswi kelas V sekolah dasar negeri (SDN) Depok Jaya 1, Pancoran Mas, Kota Depok. Keduanya dihipnotis dua perempuan di Jalan Sarikaya I, Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.
Peristiwanya terjadi Jumat (15/4) ketika Risna dan Salwah hendak belanja peralatan sekolah di Toko Sederhana, sepulang sekolah pukul 13.30 WIB. Setelah belanja, kedua korban pergi ke tempat Aksa Rizky Fahroji, 11, di Jalan Srikaya I, Kampung Cagar Alam RT 001 RW 03, Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas.
Mereka pergi ke sana untuk belajar kelompok dan mengerjakan soal-soal yang diberikan Wali Kelas V SDN Depok Jaya 1, Lia Riskia.
Sesampainya di Jalan Sarikaya I, tak jauh dari pusat bimbingan belajar Ganesha Operation, dua perempuan pengendera sepeda motor jenis Honda Spacy warna putih menghampiri mereka. Perempuan bertubuh padat berambut pirang sebahu dan berusia sekitar 40 tahun itu pura-pura menanyakan alamat SDN Depok Jaya 1.
“ Dik, SDN Depok Jaya 1 tempatnya di mana? Kami ingin bertemu guru Agama Yudi Sobari," kata korban Salwah, mengutip perempuan tadi. Kedua korban dengan polos memberi tahu lokasi yang ditanyakan dua perempuan dewasa tersebut, bahkan menjelaskan bahwa Yudi Sobari yang dicari ialah guru agama mereka di SDN Depok Jaya 1
Mendapat menjelasan, kedua perempuan tersebut memaksa Salwah dan Risna naik ke motor. Namun ditolak. Kemudian satu dari pelaku yang duduk di belakang menepuk bahu Salwah dan Risna. Tanpa sadarkan diri, dua siswa tersebut naik ke atas motor pelaku. Mereka kemudian dilarikan ke gang yang sempit di Perumnas I.
Di tempat yang sepi itu, tas berisi peralatan sekolah diacak-acak. Selain itu, kantong rok dan baju Salwah dan Risna dirogoh untuk melihat apakah ada uang atau tidak. Dua pelaku hanya berhasil menggondol ponsel Salwah dan Risna. Dua pelaku lalu pergi bersama kedua korban untuk berkeliling sebelum menurunkan kedua siswi SD tersebut.
"Kami dibawa dulu berkeliling-keliling di sekitar Depok sebelum dibuang di tempat sepi. Kami dibuang di dua tempat terpisah. Salwah diturunin di Jalan Bangau II Perumnas I, dan Risna diturunin di Jalan Cempaka Perumas I, yang berjarak satu kilometer dari lokasi penculikan, setelah dibuang perempuan penculik melarikan diri," tutur Salwah dan Risna kepada Media Indonesia.
Biasanya, Salwah dan Risna mengakui tidak pernah mau diajak jalan-jalan oleh orang yang tidak dikenal. "Kami menolak kalau ada yang ngajakin dan ngasih jajanan, sekali pun itu teman sendiri, tapi kali ini kami seperti hilang kesadaran ketika pundak ditepuk," urai keduanya yang menduga para pelaku memiliki ilmu hipnotis.
Kepala SDN Depok Jaya 1 Lenny Simare-mare saat dihubungi terpisah menjelaskan, kasus penculikan terjadi saat siswa SDN Depok Jaya 1 pulang sekitar pukul 12.10 WIB. Sejak sekolahnya berdiri 24 Agustus 1980, baru kali pertama terjadi kasus penculikan anak di sekolah tersebut.
"Dengan adanya kasus penculikan ini, kami akan memaksimalkan pengawasan terhadap anak, termasuk memeriksa tamu yang ingin bertemu guru dan kepala sekolah," katanya.
Lenny menambahkan insiden penculikan dan hipnotis itu sudah dilaporkan ke polisi oleh orangtua kedua korban. "Orangtua anak sudah membuat laporan dan pengaduan ke Polsek Pancoran Mas. Kami berharap dua perempuan yang sudah disebutkan ciri-cirinya bisa cepat tertangkap," katanya.
Yudi Sobari, Guru Agama SDN Depok Jaya 1, mengaku ponsel miliknya tidak pernah dihubungi dua perempuan yang menculik anak didiknya. "Tak ada yang menghubungi ponsel saya. Ponsel saya seharian aktif, tapi tak ada orang menghubungi saya. Pasti mereka itu penipu yang berpura-pura mencatut identitas dan pekerjaan saya di SDN Depok Jaya 1," katanya singkat.
Dalam beberapa bulan belakangan di Depok, kasus penculikan anak merupakan yang kali kedua terjadi. Sebelumnya Jamaludin, 7, siswa SDN Beji 3 Kota Depok, diculik dari sekolahnya oleh Januar Arifin alias Bogeng, 35. Selanjutnya, Jamaluddin dibunuh. Polisi menemukan jasadnya di toilet rumah Bogeng di Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur. (KG/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved