Ahok: Sudah Biasa DPRD Tidak Kuorum

Putri Anisa Yuliani
13/4/2016 20:54
Ahok: Sudah Biasa DPRD Tidak Kuorum
(ANTARA)

DI tengah kasus suap yang menghimpit mantan anggota DPRD DKI Jakarta, Mohammad Sanusi, DPRD seakan acuh dan tak berbenah diri. Hal tersebut dibuktikan dari kehadiran anggota pada rapat paripurna yang digelar dengan agenda penyampaian pidato gubernur pada acara penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI tahun anggaran 2015, Rabu (13/4).

Dari 101 anggota dewan dan lima pimpinan yang ada di DPRD DKI Jakarta, hanya 44 anggota dan tiga pimpinan yang hadir dalam rapat paripurna ini. Dalam daftar hadir, dari sembilan fraksi yang duduk di kursi dewan, fraksi Partai Hanura memiliki presentasi kehadiran tertinggi yakni tujuh anggota hadir dari 10 anggota atau 70%.

Terbanyak kedua yakni PDIP dengan 10 anggota hadir termasuk Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi dari jumlah anggota 28 orang atau 35%. Sementara selanjutnya ada PPP dengan anggota yang hadir 4 orang dari 10 orang dan PKS dengan 4 orang dari 11 orang anggota yang hadir.

Fraksi yang paling sedikit hadir yakni Partai Gerindra dengan jumlah anggota 4 orang dari 15 orang dan fraksi Partai Demokrat-PAN hanya dua orang anggota yang hadir dari 12 orang anggota.

Namun, jumlah yang tercantum dalam daftar hadir tersebut juga berbeda dengan yang duduk hadir di ruang rapat paripurna. Dari pantauan Media Indonesia hanya ada 26 anggota dan tiga pimpinan yang hadir mengikuti rapat dari awal hingga selesai.

Hal itu ditanggapi santai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ia menyatakan sudah biasa dengan kehadiran anggota dewan yang selalu dalam keadaan tidak kuorum tersebut.

Namun demikian, ia menyoroti ketidakhadiran anggota yang selalu tidak kuorum sejak awal 2016. Sebab, sejak pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang zonasi dan rencana tata ruang pulau hasil reklamasi bergulir ke tahap akhir, rapat paripurna selalu mundur karena tidak kuorumnya anggota dewan. Bahkan, pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok pun ikut terbengkalai karena ketidakhadiran para anggota dewan.

"Ya memang sudah biasa nggak kuorum begini. Makanya dari kemarin Raperda itu bagaimana nggak mundur terus karena nggak mereka nggak pernah kuorum," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (13/4).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana atau yang akrab disapa Sani mengungkapkan pihaknya tak tahu-menahu perihal sedikitnya anggota yang hadir. Ia pun tak mau berkomentar terkait hal itu.

Pihaknya kini akan fokus mengevaluasi Program Legislasi Daerah (Prolegda) DKI Jakarta untuk mempercepat pembahasan Raperda lainnya. "Dari Prolegda itu kan ada yang inisiasi dewan dan ada inisiasi kami. Nah, kami akan evaluasi mana yang akan kami dahulukan. Karena kalau Raperda inisiasi eksekutif berarti harus menunggu eksekutif mengirim ke kami," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya