Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN angkutan umum di kawasan Terminal Blok M Jakarta Selatan ditilang Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Selasa (12/4) pagi. Razia yang dilakukan oleh puluhan petugas itu menyasar para sopir angkot yang membandel dengan tidak menurunkan tarif angkot Rp500, kendati sudah ada keputusan resmi dari Organisasi Angkutan Darat (Organda).
Satu per satu angkutan umum, mulai dari metromini, kopaja, dan bus yang tengah mengangkut penumpang di pintu keluar Terminal Blok M langsung disetop petugas Dishub DKI. Petugas pun langsung menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan serta menginterogasi para sopir dan kernet, terkait tarif angkutan yang hingga hari ini belum juga mereka turunkan.
Tidak hanya menginterogasi sopir dan kernet, petugas juga menanyakan kepada para penumpang mengenai ongkos yang mereka bayarkan untuk angkutan tersebut. Saat ditanya petugas, para penumpang pun kompak menyatakan tarif angkutan umum masih tetap sama, alias tidak turun. Mereka sebagian belum mengetahui bila tarif angkutan umum seharusnya sudah turun sejak Minggu (10/4) lalu.
Berbagai macam alasan digunakan para sopir angkutan umum untuk berkelit dari penurunan tarif angkutan. Seperti salah seorang kernet Metromini 69 jurusan Ciledug-Blok M, Imam, 32, mengaku sebenarnya dirinya sudah melakukan penurunan tarif sejak kemarin, tapi dia kesulitan mencari uang kembalian penumpang dengan pecahan uang Rp500. Jika penumpang memberikan ongkos Rp4000, dia pun tidak memberikan uang kembalian kecuali bila diminta.
"Susah cari uang receh Rp500, jadi emang suka nggak dikembalin. Kecuali kalau ada yang minta, kalau ada ya dikasih, kalau nggak ada, ya diikhlasin penumpang,” ungkapnya.
Dari hasil razia yang dilakukan sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB itu, petugas melakukan penindakan terhadap 34 angkutan umum di Terminal Blok M, 33 angkutan ditilang, sedangkan 1 bus Mayasari Bhakti dikandangkan petugas.
Petugas Oprasional Unit Pengelola Terminal (UPT) Dishub DKI Jakarta Welly Putranto menyatakan, pihaknya mengelar razia dan melakukan penindakan terhadap 34 angkutan umum di Terminal Blok M akibat masih banyak sopir dan kernet angkutan umum yang tidak menurunkan tarif.
Padahal, sosialisasi dan imbauan keras sudah diberikan untuk para sopir angkutan tersebut untuk menurunkan tarif. Menurutnya, stiker sudah dipasang di dalam angkutan umum yang ada di Terminal Blok M, berupa pengumuman penurunan tarif, tapi sopir dan kernet tetap saja membandel.
“Hari ini kami melakukan razia, kami langsung melakukan tindakan tegas bagi sopir dan kernet yang tidak taat aturan. Kami akan imbau terus seluruh angkutan umum melakukan penurunan tarif angkutan,” ungkapnya.
Selain melakukan razia di kawasan Blok M Jakarta Selatan, pihaknya juga telah melakukan razia di kawasan Kampung Melayu, Senin (11/4). Dari razia yang dilakukannya hari ini, pihaknya hanya memberikan sanksi tilang pada para sopir yang membandel. Namun, apabila ada pelanggaran lain yang dilakukan sopir seperti kelengkapan surat yang tidak dipenuhi, pihaknya akan langsung melakukan pengandangan. (Nel/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved