Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA eks Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperhatikan nasib mereka seusai relokasi ke rumah susun (rusun). Perhatian itu terutama pada kondisi sosial dan ekonomi yang menjadi indikator kesejahteraan warga.
Seperti yang disampaikan Jupri, 73, penghuni unit Rusunawa Marunda nomor 1.10 di lantai 1, misalnya. Ia berharap pemerintah tidak hanya memindahkan warga ke rusun, tetapi juga memberikan solusi usaha untuk warga yang bersedia direlokasi.
"Sekian nelayan kehilangan mata pencaharian. Saya juga masih kebingungan bagaimana penghidupan selanjutnya,” ujar warga Pasar Ikan RT 12 RW 04, Penjaringan, Jakarta Utara.
Sementara, ia harus membayar sewa unit rusun plus iuran air sebesar Rp165 ribu per bulan. Jika ditambah biaya listrik menjadi Rp230 ribu per bulan. “Sekarang saya masih bingung mau kerja apa untuk biaya sehari-hari dan untuk biaya sewa rusun. Memang untuk tiga bulan gratis, tetapi bulan selanjutnya kan harus bayar," ungkapnya.
Di sisi lain, ia pun mengakui unit Rusunawa Marunda jauh lebih layak jika dibandingkan dengan rumahnya dulu di Pasar Ikan. Biaya sewa unit rusun juga cukup terjangkau warga miskin.
Bangunan Rusunawa Marunda berlantai 4 dan di setiap lantainya terdapat 20 unit dengan tipe 36. Tipe ini memiliki luas 2,5 meter x 3 meter. Setiap unit memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, tempat jemur pakaian, dan sebuah ruang tamu. Harga sewa Rusunawa Marunda bervariasi mulai Rp130 ribu sampai Rp150-an ribu. Untuk unit rusun di lantai 1 dipatok harga sewa Rp159 ribu, adapun untuk lantai 2 Rp142 ribu, dan di lantai 3 Rp138 ribu.
Rumsih, warga eks Pasar Ikan lainnya, mengeluhkan hal yang sama. Suaminya yang bekerja sebagai nelayan telah kehilangan pencaharian. Ia pun masih kebingungan. “Suami saya kerjaannya ya nelayan, sekarang udah nggak bisa lagi jadi nelayan. Saya kalau nggak dikasih uang dari saudara, saya nggak punya uang sama sekali," ujar penghuni unit rusun kamar 112 lantai 2, Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Menurut Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Marunda, Suharyati, warga Pasar Ikan yang menerima undian unit rusun yaitu sebanyak 110 kepala keluarga (KK). Namun, warga yang sudah menempati unit rusun sebanyak 77 KK. Mereka ditempatkan tersebar di klaster A, B, dan C.
"Unit rusun yang tersedia di Rusunawa Marunda masih banyak, tetapi kondisi huniannya tidak layak. Hari ini sedang rapat dinas membahas unit yang kosong,” ujarnya. (Sri/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved