Jalan Kolektor di Kota Bekasi Masih Minim PJU

Gana Buana
10/4/2016 19:10
Jalan Kolektor di Kota Bekasi Masih Minim PJU
(Pekerja memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi---ANTARA/Risky Andrianto)

PEMASANGAN lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bekasi belum menyeluruh. Pasalnya, di beberapa wilayah jalan bertipe jalan kolektor (penghubung antardaerah), lampu PJU masih sangat minim.

Misalnya di Jalan Asem Jaya, Kelurahan Mustika Sari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Di sepanjang jalan tersebut, hanya terdapat sedikitnya tiga lampu PJU yang membantu pengendara melintasi jalan.

Padahal, jalan itu termasuk jalan yang ramai dilalui pengendara, baik warga Mustikajaya dan Bekasi Timur yang ingin menuju wilayah Kecamatan Bantargebang atau pun sebaliknya.

Lastri, 50, salah seorang warga Jalan Asem Jaya, RT 01/RW 10 mengatakan, kondisi jalan tanpa PJU tersebut sudah terjadi sejak ia pindah dari wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 1994 silam. Saat itu, Jalan Raya Asem Jaya memang tidak seramai saat ini.

"Dari dulu juga enggak ada lampu PJU-nya, ini memang jalan kampung, tapi penghubung dua kecamatan loh, Mustikajaya dan Bantargebang," ungkap Lastri, Minggu (10/4).

Lastri mengungkapkan, sebetulnya selain PJU, dua tahun lalu kondisi jalan lebih memprihatinkan dari sekarang. Selain gelap, kondisi bahu jalan pun rusak dan belum teraspal.

Meski dua tahun lalu sempat diperbaiki oleh Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta), lampu PJU sama sekali belum dipasang. Bahkan, saat dalam masa perbaikan, tidak sedikit pengendara yang terjatuh ketika melintas di malam hari lantaran kondisi yang gelap.

Lastri menuturkan, ada beberapa kali kejadian pengendara jatuh saat melintas di jalan ketika sedang ada perbaikan. Seorang pemuda asal Padurenan, Kota Bekasi, terpaksa dilarikan ke RS Permata, Mustika pada Juli 2015 lalu.

"Ada beberapa peristiwa terjadi di sini saat jalan tersebut sedang diperbaiki," jelas dia.

Berdasarkan pemantauan, saat ini kondisi jalan memang gelap. Bahkan sebagian jalan gelap gulita lantaran cahaya bulan tertutup rindang pepohonon yang tertanam di jalan tersebut. Para pengendara yang melintas hanya bisa mengandalkan penerangan dari kendaraan masing-masing.

Sementara itu, beberapa rumah yang ada di sekitar jalan pun hanya bisa membantu penerangan dari depan rumah masing-masing. Sehingga, cahaya yang ada pun tak cakup menjadi penerang di sepanjang jalan.

"Sebagian besar warga hanya bisa membantu penerangan lampu dari rumah-rumah di permukiman saja," ujar Lukman, seorang pedagang warung kelontong di sekitar lokasi.

Menurut dia, lampu PJU pada akses jalan kolektor di perkampungan merupakan satu hal yang sangat dibutuhkan warga saat ini. Sebab, jalan tersebut banyak dimanfaatkan warga sebagai akses menuju wilayah lainnya.

Warga sekitar, lanjut Lukman, sudah sering kali mengadukan hal tersebut pada pihak yang berwenang. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan hasil.

"Saya amat berharap kepada pemerintah daerah agar dapat turut memperhatikan untuk di pasang PJU, sebab sudah lama jalan ini tak memiliki PJU yang memadai," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi, Karto, menyampaikan, pihaknya baru mengetahui bila ada jalan kolektor yang masih belum memiliki lampu PJU yang memadai. Tentunya, pihaknya akan langsung memeriksa kondisi di lapangan.

"Besok akan kami langsung cek di lapangan," ungkapnya.

Karto mengatakan, sebetulnya, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk pemasangan lampu PJU di 2.700 titik di Kota Bekasi. Namun, pelaksanaannya baru akan dimulai dua pekan ke depan.

Pemasangan lampu tersebut, lanjut Karto, tersebar menyeluruh di 12 kecamatan, termasuk Kecamatan Mustikajaya. Namun, tahun ini pihaknya bakal memprioritaskan pemasangan di wilayah Mustikajaya. "Dua minggu mendatang akan langsung kita pasang," tukas Karto. (Gan/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya