Ahok Sebut Sunny tidak Pernah Pegang Proyek

Antara
07/4/2016 22:40
Ahok Sebut Sunny tidak Pernah Pegang Proyek
(MI/Adam Dwi)

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan bahwa staf khususnya yang bernama Sunny Tanuwidjaja tidak pernah terlibat dalam proyek apa pun.

"Sunny tidak pegang proyek apa pun. Lagi pula, dia (Sunny) bukan staf khusus atau anak magang juga. Saya dengan dia itu sebenarnya seperti teman saja, tapi kalau orang mau bilang staf khusus, ya bisa saja," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/4) malam, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Menurut Ahok, dia pertama kali bertemu dengan Sunny pada 2009 karena diminta untuk menjadi pembicara dalam acara Labour Day di Amerika Serikat. "Kemudian, kami ketemu lagi 2010. Sejak itu, kami jadi sering ketemu dan akhirnya dia seperti teman saja. Saya juga tidak pernah membayar atau memberikan gaji ke dia. Cenderung teman sih sebetulnya," ujarnya.

Selain itu, karena Sunny bukan termasuk staf atau anak magangnya, dia menuturkan bahwa Sunny tidak pernah melaporkan kegiatannya setiap hari, seperti yang harus dilakukan oleh staf atau anak magang yang lain. "Tidak, dia tidak pernah melaporkan kegiatannya setiap hari kepada saya," tutur Ahok.

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan Sunny pernah bergabung dengan lembaga kajian dan riset opini publik bernama Center for Democracy and Transparency (CDT). "Saya rasa dia mengikuti banyak yayasan atau organisasi, hanya saja tidak pernah terlibat langsung. Dia tidak bergabung dengan Ahok Center, tapi dia pernah di CDT," ungkap Ahok.

Akan tetapi, ketika Sunny hendak memulai penyusunan disertasi untuk gelar doktornya, Ahok memintanya untuk tidak lagi bergabung dengan lembaga tersebut, sehingga lebih fokus dengan disertasinya.

"Karena dia mau ambil gelar doktor, akhirnya saya lepas dia, tidak boleh lagi di lembaga CDT. Dia ikut lembaga itu karena katanya ingin tahu gaya kepemimpinan saya. Makanya, saya pernah ajak dia ketemu Ibu Megawati, Pak Surya Paloh, dan lain-lain. Dia cuma mau tahu saja," tambah Ahok.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini memohon pencegahan terhadap Staf Khusus Ahok yang bernama Sunny Tanuwidjaja kepada Ditjen Imigrasi agar yang bersangkutan tidak pergi ke luar negeri terkait penyidikan kasus proyek reklamasi 17 pulau di Jakarta. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya