Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IZIN angkutan umum yang tidak menurunkan tarif sesuai keputusan rapat penyesuaian tarif Organda DKI dan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI bakal dicabut.
"Kalau dari sopirnya, ya sopirnya akan ditegur. Kalau masih nekat tidak turunkan tarif, pemiliknya akan ditegur. Kalau masih tidak mau menurunkan setelah teguran terhadap pemilik diberikan, izin usaha akan dicabut oleh pemprov," tegas Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Safruhan Sinungan, saat dihubungi Media Indonesia, kemarin (Senin, 4/4).
Organda, jelas Safruhan, sudah menyosialisasikan penurunan tarif tersebut. Para operator angkot juga ikut rapat penyesuaian tarif yang dilakukan Organda dan Dishubtrans DKI. Jadi tidak ada alasan bagi awak angkutan umum tidak mengetahui adanya penyesuaian tarif.
"Kami sudah sosialisasikan hari ini. Kan kalau dari Kemenhub efektif 7 April mendatang. Operator juga ikut rapat, kami juga minta lembar penyesuaian tarif bahkan ditempel supaya masyarakat tahu," terangnya.
Masyarakat, imbaunya, dapat melaporkan kepada Organda atau Dishubtrans DKI jika ada angkot yang tidak menurunkan tarif dengan menyertakan nomor polisi dan rute trayeknya.
Menantang
Sikap tegas Organda dipandang sebelah mata sopir angkot. Semisal Jaya, sopir Mikrolet 30A trayek Tanjung Priok-Pulo Gadung, mengaku dulu ancamannya juga sama. Penumpang juga tidak ada yang protes, instruksi dari pengurus koperasinya juga belum ada.
"Kalau sudah dirazia aja nanti baru kita turunin (tarifnya)," cetus sopir yang dinaungi Koperasi Komilet Jaya tersebut. Ia juga mengeluhkan hingga saat ini pihak koperasi juga belum ada rencana menurunkan setoran sebesar Rp250 ribu per hari.
Hal sama diakui Supandi, sopir angkot M11 jurusan Tanah Abang-Kebon Jeruk. Begitu pula dengan sopir angkot M24 jurusan Grogol-Srengseng. Mereka mengaku belum mendapat intruksi. "(Pemilik mobil) enggak akan mau menurunkan setoran karena harga spare part tidak turun. Kita yang pusing, jadi sapi perahan," ucapnya.
Sementara itu, pengelola taksi mengaku akan menurunkan tarif mulai besok sesuai instruksi dari koporasi. "Hari ini baru dapat persentasenya saja, besok baru kami turun," kata Aan Feriyandi, seorang sopir taksi Blue Bird.
Bagi Karso, sopir taksi Ekspress, penurunan tarif justru membawa hikmah. "Tarif turun enggak masalah, supaya bisa bersaing dengan taksi berbasis aplikasi," ujar Karso. Ia berharap penurunan tarif akan meningkatkan jumlah pelanggan. (Put/Wan/Sri/Nic/DA/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved