Insiden Batik Air, AP II Selidiki Koordinasi ATC dengan Petugas Landasan

Yanurisa Ananta
04/4/2016 21:42
Insiden Batik Air, AP II Selidiki Koordinasi ATC dengan Petugas Landasan
(ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

MANAJER Public Relation Angkasa Pura (AP) II Haerul Anwar menyatakan pihaknya masih menyelidiki koordinasi menara pengawas (ATC) dengan petugas pemindahan pesawat Transnusa terkait tabrakan antara Batik Air nomor penerbangan 7703 rute Jakarta-Makassar dengan pesawat ATR Transnusa di landas pacu Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (4/4) malam.

Insiden terjadi saat pesawat Batik Air akan lepas landas (take off). Secara bersamaan, di landasan yang sama, pesawat Transnusa nomor registrasi PK-TNJ tengah dipindahkan (towing) menuju hanggar.

"Untuk teknis kejadian masih menunggu klarifikasi dari teman-teman di lapangan," imbuh Haerul.

Hal senada juga diungkapkan Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait. "Terkait dengan apa yang terjadi, kita akan menunggu hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasii dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan J.A. Barata mengatakan saat itu, pesawat Batik Air sudah diperbolehkan untuk lepas landas oleh menara pengawas. "Namun sewaktu melakukan proses take off bersenggolan dengan pesawat Transnusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor," kata Barata, kemarin.

Mengetahui hal itu, pilot yang tengah bertugas memutuskan membatalkan proses take off (aborted take off) guna menyelamatkan 49 penumpang dan tujuh kru pesawat lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun bagian ekor dan sayap kiri pesawat ATR mengalami kerusakan. Sedangkan pada pesawat Batik Air kerusakan terjadi di bagian ujung sayap sebelah kiri.

Akibat insiden ini bandara Halim yang awalnya hanya akan ditutup hingga pukul 22.00, berlanjut ditutup hingga pukul 24.00. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya