Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN jatuhnya lift yang menewaskan pekerja di proyek pembangunan gedung Jalan Antara Nomor 47 Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat diduga kuat diakibatkan kelalaian kontraktor. Beroperasinya lift diketahui tanpa pengawasan pihak terkait dan tidak terjaga kualitasnya.
Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat, Anwir Ismail mengungkapkan semestinya tali pengungkit lift yang putus tidak sampai mengakibatkan lift terjatuh. Sudah sewajarnya, disediakan tali baja cadangan untuk mengantisipasi sewaktu-waktu tali utama bermasalah.
"Pasti perangkat pengamannya tidak lengkap. Semua peralatan lift dan gondola pasti ada pengamannya, berupa tali sling baja cadangan atau bantalan rel. Jadi kalau sampai tali utama terputus, paling cuma anjlok sedikit dan tertahan tali cadangan," terang Anwir, Senin (4/4).
Ditambahkannya, pengawasan terhadap operasional lift sejauh ini tidak ada. Lantaran pihak kontraktor belakangan diketahui tidak mendaftarkannya ke Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat selaku pihak pengawas keselamatan kerja.
"Harusnya sebelum digunakan, kami periksa terlebih dahulu, apakah sudah aman atau tidak. Berdasarkan pengalaman, kecelakaan lift terjadi karena perangkat sudah tua atau penggunaan sparepart yang tidak sesuai standar," katanya.
Untuk itu, Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat berencana akan menutup aktivitas lift di proyek pembangunan yang baru saja memakan korban jiwa tersebut. Sementara, proses penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh petugas kepolisian. "Kasusnya kita serahkan ke polisi. Nanti baru dapat diketahui lebih lanjut penyebabnya dan sejauhmana pihak kontraktor harus bertanggungjawab," jelasnya.
Kronologis jatuhnya lift di Jalan Antara, Pasar Baru disampaikan Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, Komisaris Suyatno. Peristiwa terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban atas nama Ahmad Rustoni, 29, Husni, 23, Kardi, 32, dan Ali, 40, dari lantai 1 hendak istirahat ke lantai 3.
Baru juga akan sampai atas, tali lift tiba-tiba terputus dan keempat korban terhempas ke dasar proyek. Akibatnya, dua korban atas nama Ahmad Rustoni serta Husni nyawanya tidak tertolong dan meninggal di tempat.
"Untuk korban atas nama Kardi dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat dan Ali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Keduanya menderita luka berat dengan kondisi beberapa bagian patah tulang. Saat ini kasusnya ditangani petugas Polsek Sawah Besar," singkatnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved