Kinerja Dokter RSUD Kabupaten Tangerang Dinilai Lamban

Puput Mutiara
02/4/2016 20:05
Kinerja Dokter RSUD Kabupaten Tangerang Dinilai Lamban
(ANTARA FOTO/Lucky R)

PELAYANAN fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Banten, dinilai mengecewakan. Pasalnya, petugas jaga dan dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak bekerja maksimal.

Lantaran dibiarkan tanpa ada pertolongan pertama, sejumlah pasien pun mengaku sangat kecewa. Bukan saja tidak ditangani secara medis, pasien dengan kondisi kritis bahkan dibiarkan menunggu dalam keadaan berdiri.

"Dok, ini gimana pasien sudah parah. Masa dibiarin aja. Itu sudah muntah-muntah dari tadi nggak diapa-apain," kata seorang ibu yang tidak ingin disebutkan namanya seraya berteriak.

Perempuan itu bukan satu-satunya pihak keluarga pasien yang merasa diabaikan oleh pihak RSUD. Puput, 26, juga amat menyesalkan pembiaran yang diduga sering kali terjadi di RSUD Kabupaten Tangerang.

"Saya paham nggak ada kamar, tapi mestinya pasien dengan kondisi tertentu tidak dibiarkan begitu saja. Jangan belum apa-apa yang lebih dulu ditanya bukan keluhan sakit pasien, tapi malah ditanya mau bayar pakai jaminan apa," keluhnya.

Hal itu, menurut dia, menunjukkan bahwa penyakit pasien bukanlah prioritas untuk menentukan pelayanan melainkan jaminan pembiayaan yang mesti diutamakan. "Kalau pasien BPJS atau Jamkesda, jawabannya sama. Kamar penuh," ucap dia.

Lantaran tidak juga mendapat penanganan seusai dibiarkan menunggu lama, perempuan berdomisili Tangerang itu kontan protes kepada dokter jaga bernama dr Madi.

Sayangnya, dokter yang seharusnya mampu memberikan penjelasan logis kepada pasien maupun keluarga malah balik membentak si pasien. "Saya tahu mana yang perlu penanganan mana yang tidak," ucapnya ketus.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Rostiwi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengatakan bahwa hal tersebut tidak semestinya terjadi. Pihak RS terutama dokter serta tenaga kesehatan lainnya mesti mengutamakan pasien.

"Seharusnya sih tidak begitu. Dokter dan RS harus mampu melayani pasien sebaik-baiknya. Kalau ada keluhan kurang fasilitas, diupayakan," tandasnya. (Mut/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya