Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI (1/4) ini, sistem satu arah (SSA) di jalur seputar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor (KRB) diuji coba. Sebelumnya, lalu lintas di seputaran itu diberlakukan dua jalur.
Ketika kebijakan satu jalur memutar searah jarum jam itu dimulai, tepatnya sejak Jumat (1/4) pukul 00.00 WIB, masyarakat terutama para penumpang atau pengguna angkutan umum atau angkot kebingungan. Pasalnya, akibat kebijakan tersebut, sebanyak 13 trayek angkot terpaksa berubah rute.
Apa yang dikhawatirkan warga pun terjadi, yakni kemacetan dan jarak dan waktu tempuh yang semakin jauh dan bertambah. "Bingung saya, saya belum tahu. Tadi saya sempat salah naik angkot jadinya," kata salah seorang penumpang yang ditemui di angkot 02 trayek Sukasari-Bubulak.
Penumpang lain, Yuyun, mengaku kesal karena dia terjebak macet dan terlambat tiba di Bogor Trade Mal (BTM) tempatnya bekerja. "Harus berputar, jadi jauh, udah gitu tidak ada pilihan naik angkot lain selain 02. Karena kalau enggak, ya saya harus jalan kaki. Macetnya itu lagi," kata Yuyun menggerutu.
Karso, sopir angkot 02, pun mengaku pada pagi itu terjebak. Dia hanya sedikit mendapat penumpang, dan hanya dapat beberapa rit (putaran pulang pergi) lantaran terjebak macet. Tidak hanya itu, ia juga harus menerima sejumlah keluhan para penumpangnya.
"Jadi, tadi saya cuma berhitung penjajakan. Dapat penumpang syukur, enggak ada ya sudah. Tadi penumpang pada komplain bingung, banyak belum tahu jadi salah naik,"katanya.
Dia mengaku sekarang ini akan mengikuti lebih dulu aturan pemerintah meski merasa dirugikan karena pendapatan berkurang dan harus mengeluaran uang lebih banyak membeli bensin.
"Biasanya cukup Rp80 ribu, tapi ini sampai jam segini saja (14.00 WIB), saya harus beli lagi. Jaraknya kan tambah, jadi boros bensin," katanya.
Sementara itu, hasil evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dinas-dinas terkait lainnya, dan Kepolisian Resor Bogor Kota pun menunjukkan hal yang sama.
Hasil evaluasi dan kajian mulai dari awal pemberlakuan SSA hingga Senin petang, pemberlakuan satu arah kendaraan di Jalan Pajajaran (mulai dari eks gedung Pangrango Plaza atau depan pintu tiga KRB menuju Baranangsiang), disepakati akan diberlakukan penuh.
"Jadi benar-benar 360 derajat pemberlakuan satu arah di sepanjang KRB. Dan ini berarti menjadi empat lajur kendaraan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya.
Sebelumnya, di titik itu diberlakukan dua arah dengan masing-masing dua lajur. Sekitar pukul 7.30 WIB di ruas Jalan Padjadjaran masih diberlakukan dua arah. Namun, pada pukul 14.18 WIB ruas jalan Tugu Kujang ke arah Jalan Jalak Harupat sudah diberlakukan satu arah.
Selain itu, atas masukan dari pihak kepolisian serta DLLAJ, Taman Bogor yang berlokasi di samping rumah dinas wali kota akan disesuaikan. Hal itu untuk memudahkan manuver kendaraan yang akan berbelok ke kiri menuju arah simpang Hotel Pangrango 2, dari Jalan Jalak Harupat.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di lapangan, di lokasi tersebut memang mengalami kepadatan kendaraan. Bahkan di pagi hari, kemacetan parah terjadi di situ.
Berdasarkan masukan dari Kasat Lantas Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Irwandi, lanjut Bima, keberadaan pagar besi di median Jalan Padjadjaran, mulai depan halte Kampus IPB Baranangsiang juga akan dipertimbangkan dipangkas.
"Ini agar kendaraan yang akan belok kanan ke arah Jalan Otista menjadi lebih leluasa dan menghindari crossing kendaraan," jelas Bima.
Sebelumnya, pagar besi di titik itu sudah dipangkas, hanya baru beberapa meter saja. Selain itu, masih di ruas jalan yang sama, akan ditambahkan lagi sejumlah rambu jalan. "Harus ditambah dan disesuaikan rambu-rambu jalannya. Khususnya penunjuk jalan bagi pengendara agar tidak terjadi persinggungan antara kendaraan yang akan lurus ke arah Barananngsiang dan Jalan Otista."
Bima juga mengatakan, dengan melihat kondisi di lapangan pada pagi hari, ada beberapa jalan alternatif yang harus diperhatikan. Termasuk di Jalan Malabar. "Banyak kendaraan yang melintasi jalan itu," katanya.
Lokasi lainnya, kata Bima, ialah di depan SDN Bangka. Kini di lokasi itu banyak angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang. Ditambah lagi masih adanya parkir kendaraan di sepanjang Jalan Otista khususnya mulai dari depan Apotik Berbakti hingga kawasan Pasar Bogor.
"Atas masukan dari pihak kepolisian, juga karena terjadinya penyempitan jalur di jembatan Jalan Otista, maka akan dilakukan pelebaran. Ini agar arus kendaraan lebih lancar," ungkapnya .
Poin evaluasi terakhir, agar dilakukan pemasangan pagar di trotoar depan Botani Square. Di titik itu banyak penyebrang jalan yang mengakibatkan angkot mangkal dan berimbas pada kemacetan.
Kapolres Bogor Kota Ajun Komisaris Polisi Andi Herindra menambahkan, selain penambahan rambu lalu lintas, juga akan dilakukan penambalan bekas median jalan, penyediaan jembatan penyeberangan, serta sosialisasi.
"Bekas marka jalan yang dibongkar, harus ditambal. Itu bikin orang bawa kendaraan pelan-pelan sehingga bisa menimbulkan kemacetan," kata Andi. (DD/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved