Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pengemudi angkutan umum di Kota Bekasi mengaku enggan menurunkan tarif yang berlaku saat ini. Sebab, penurunan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium dan solar dari pemerintah yang berlaku besok hanya sebesar Rp500.
Karya, sopir angkutan umum K19A, jurusan Pondok Timur Indah-Terminal Bekasi, mengaku keberatan dengan instruksi Menteri Perhubungan untuk menurunkan tarif angkutan. Pasalnya, harga BBM bukan satu-satunya penentu tarif.
"Turunnya juga cuma gopek, harga spare part masih mahal," ungkap Karya ketika ditemui Kamis (31/3).
Ia mengatakan, penolakannya itu disebabkan target setoran yang dipatok para pengusaha angkutan dipastikan tidak akan turun meski harga BBM turun. Saat ini, dia harus menyetorkan uang sebesar Rp100 ribu pada pengusaha angkutan.
Pendapatannya per hari harus dipotong untuk beberapa pengeluaran lain, seperti operasional, makan, dan bayar iuran di pos-pos tertentu.
"Paling banyak saya bawa Rp100 ribu per hari, itu sudah maksimal nari 6 rit per hari. Sewa penumpang kini makin jarang," ujarnya.
Meski demikian, sebagai pengemudi dia tetap siap mentaati peraturan yang berlaku bila nantinya tarif angkutan turun. Hanya saja, dia meminta setoran para sopir hendaknya juga diturunkan.
Unang, 35, sopir angkutan K02, jurusan Pondok Gede-Terminal menyatakan hal yang sama. Dia bahkan meminta pemerintah agar subsidi dialokasikan pada harga sembako saja.
"Udah BBM enggak usah aja disubsidi kalau turunnya cuma Rp500 tiap turun. Mending dialokasiin ke harga sembako. Ini harga BBM naik, sembako naik, saat BBM turun sembako enggak turun," ujarnya.
Bahkan, harga suku cadang untuk kebutuhan mobil angkutan pun masih tinggi. Sehingga, penurunan harga BBM sebesar Rp500 tak akan berpengaruh banyak pada tarif angkutan umum.
"Ya harga spare part aja masih tinggi, bagaimana mau turun," ucap Ucok kesal.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliani menyampaikan, pihaknya bersama dengan Organda Kota Bekasi masih akan mempertimbangkan penurunan tarif angkutan di Kota Bekasi. Pasalnya, kondisi penurunan BBM subsidi baru akan dirasakan tengah malam nanti.
"Kita lihat kondisinya dulu, baru kami rapatkan kembali," ujar Yayan.
Yayan menjelaskan, semestinya dengan turunnya harga BBM akan berimbas pada penurunan harga bahan pokok termasuk tarif angkutan. Namun, hal tersebut belum tentu bisa jadi acuan utama penurunan tarif angkutan.
"Saya juga belum tahu ada instruksi turunkan tarif dari Menteri Perhubungan," tukasnya. (Gan/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved