Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar tidak lantas membuat ongkos angkutan umum turun. Bahkan, para sopir angkutan umum enggan menurunkan tarif.
Tarif angkutan umum akan turun 3 persen seiring dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium dan solar sebesar Rp 500 per liter mulai Jumat(01/04)besok. Saat ini harga bahan bakar bersubsidi jenis premium Rp 6.950 per liter akan turun menjadi Rp 6.450 per liter. Sementara harga solar sebesar Rp 6.450 akan turun menjadi Rp 5.150 per liter. Namun, sebagian sopir angkutan umum mengaku enggan menurunkan tarif.
Rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu menuai sejumlah komentar dari sejumlah supir angkutan umum di wilayah Jakarta Barat.
Ardi, 40, sopir angkot C 13 jurusan Pesing-Ciledug ini mengaku enggan turunkan tarif. Ia menyatakan akan tetap menggunakan tarif lama. Tarif antara Kedoya–Ciledug tetap Rp 5000 per orang. Sementara jarak dekat Kedoya–Pesing Rp 4000 per orang.
“Yang kita bingungin turunnya dikit. Kalau turunnya Rp 2 ribu, mungkin ongkos bisa balik lagi ke semula tarif Rp3 ribu,” ujarnya Kamis (31/3).
Ardi memaparkan, dalam sehari dirinya bisa mendapatkan sekitar Rp300 ribu. Jumlah itu belum dipotong biaya BBM sebesar Rp150 ribu serta setoran Rp90 ribu per harinya. Pendapatan bersih yang diterimanya rata-rata sekitar Rp60 ribu.
Sopir angkot KWK B 14 Jurusan Puri Kembangan–Cengkareng, Dodi, 30, juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, penurunan harga premium tidak terlalu besar sehingga tarif yang berlaku tetap sama.
"Penurunannya kan cuma Rp500, sehingga tarif tetap sama seperti kemarin Rp4 ribu per orang,” ujar Dodi. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved