Atap SMK Mardi Yuana Bogor Ambruk, Delapan Orang Luka

Dede Susianti
29/3/2016 21:10
Atap SMK Mardi Yuana Bogor Ambruk, Delapan Orang Luka
(Ilustrasi---Dok. MI)

ATAP bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mardi Yuana di Jalan Siliwangi, Kota Bogor, ambruk dan menimpa siswa. Delapan orang harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan lantaran mengalami luka-luka.

Kedelapan orang itu ialah lima siswa, dua penjaga kantin, serta seorang staf pengajar. Lima siswa yang jadi korban yakni Margareth Ayu, Netanya Agnes, Nichole Fernando, Asyifa Sekar Sari, dan Raja Lukas.

Adapun dua penjaga kantin yang jadi korban Tan Siok No dan Badria, dan satu staf pengajar bernama Dikdik. Semua korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Vania, yang cukup dekat dengan lokasi kejadian.

Penyebab ambruknya atap dua ruang kelas, musala, kantin, dan ruang kelas praktik sablon itu karena hujan deras yang disertai angin kencang. Akibatnya, reruntuhan rangka baja, atap, dan pecahan kaca berserakan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, di saat aktivitas sekolah masih berlangsung. Seperti diungkapkan Angky, 17, salah seorang siswa, atap ambruk saat tengah ada kegiatan belajar mengajar.

"Di sini, saat kejadian lagi hujan sama angin. Tiba-tiba atap ambruk kena teman-teman. Kalau saya kebetulan sedang buang sampah ke luar kelas. Kejadiannya pas saya mau masuk. Semuanya lari," tutur Angky.

Saat ini kondisi sebagian korban sudah membaik. Bahkan, beberapa orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Kepala Laboratorium Rumah Sakit Vania, Andi Norman, mengatakan, dari delapan korban, lima orang sudah dipulangkan. Sedangkan tiga orang lainnya masih harus menjalani observasi dari tim dokter. Mereka ialah Raja Lukas, Badria, dan Asyifa Sekar Sari.

Pasalnya, luka yang mereka alami cukup parah. Ketiganya pun masih dalam kondisi shock. (DD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya