Sistem Penanganan Genangan di Permukiman Dievaluasi

Selamat Saragih
28/3/2016 21:27
Sistem Penanganan Genangan di Permukiman Dievaluasi
(ANTARA/YOSSY WIDYA)

GUBERNUR DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai masalah peninggian jalan untuk mengentaskan genangan di wilayah permukiman belum menyelesaikan keluhan warga. Seharusnya, pengentasan genangan di permukiman didahulukan dengan menyelesaikan persoalan sistem tata air.

Seperti saat Ahok, sapaan dekat Basuki Tjahaja Purnama, mengunjungi kawasan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Di tempat tersebut, Ahok menemukan seluruh jalan dalam gang di kawasan tersebut rawan tergenang.

Dari keterangan lurah setempat untuk mengatasi genangan, pihak PU Bina Marga berencana melakukan peninggian jalan dengan melakukan betonisasi. Selama ini, lanjutnya, opsi peninggian jalan dipilih karena tinggi permukaan saluran lebih rendah dari sungai.

Alhasil, air saluran tertahan di permukiman. Maka menggenangi jalan, karena airnya tidak dapat bermuara ke sungai.

"Kalau itu terjadi, Anda (Dinas PU Bina Marga DKI) nggak boleh tinggikan jalan. Kalau anda tinggikan, kira-kira airnya lari kemana, rumah orang? gimana?," kata Ahok, di Balai Kota DKI, Senin (28/3).

Menurut Ahok, bila pihaknya menemukan kasus tersebut, Dinas Tata Air DKI harus menyisir saluran dan memastikan tidak ada sumbatan yang mengganggu fungsi saluran. Bila memang genangan disebabkan ketinggian muka air saluran lebih rendah dari sungai, maka Ahok meminta Dinas Tata Air DKI membuat sumur atau kolakan (tampungan air).

Nantinya, air kolakan dialirkan ke sungai menggunakan pompa. "Pasang pompa aja, bikin sumur bikin kolakan, terus tutupin semen," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya