Pengamat masih Ragu Partai Lain Susul NasDem dan Hanura Dukung Ahok

M Rodhi Aulia
27/3/2016 14:57
Pengamat masih Ragu Partai Lain Susul NasDem dan Hanura Dukung Ahok
(MI/PANCA SYURKANI)

PARTAI NasDem dan Hanura mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lewat jalur perseorangan atau independen. Partai politik pemilik kursi di DPRD DKI lain diisukan akan menyusul langkah dua partai tersebut.

Namun Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti meragukan isu partai lain akan menyusul mendukung pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

"PKB, PAN, dan Demokrat masih belum mau terburu-buru mendukung Ahok," kata Ray kepada Metrotvnews.com, Minggu (27/3).

Menurut Ray, tiga partai politik yang disebut akan mendukung Ahok itu masih mengalkulasi peluang politik yang lebih besar. Untuk tahap pertama, mereka akan menjajaki koalisi dengan partai lain yang ada.

"Mereka masih memperhitungkan, apakah jika melawan Ahok, mereka dapat jatah DKI 2 atau tidak," ungkap Ray.

Ketiga partai politik itu dinilai masih ingin mengusung kader sendiri sebagai petarung pada pesta demokrasi yang akan digelar Februari 2017. Karena, jika tiba-tiba mendukung Ahok, peluang mengusung kader sendiri sudah tertutup rapat.

Pasalnya, Ahok sudah mengumumkan akan maju berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) Heru Budi Hartono. Ahok tidak punya calon lain dan proses pengumpulan KTP sedang berlangsung.

Namun jika opsi pertama ini tidak didapatkan tiga partai tersebut, lanjut Ray, mereka akan mengikuti jejak NasDem dan Hanura. Mendukung bakal calon yang akan maju secara independen.

"Ini namanya strategi investasi politik di masa yang akan datang," tukas Ray.

Ray menjelaskan strategi ini telah dibuktikan berhasil oleh PDI Perjuangan dan Gerindra pada saat mendukung pasangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012. PDI Perjuangan yang mendapat perolehan terbanyak ke-3 pada Pileg 2009 akhirnya menduduki posisi puncak pada Pileg 2014.

Pun halnya dengan Gerindra yang pada Pileg 2009 mendapatkan posisi ke-8. Dan setelah berhasil mendukung dan memenangkan pasangan Jokowi-Ahok, mereka mendapatkan posisi ke-3 pada Pileg 2014.

"Memang partai yang sekarang mendukung Ahok tidak akan mendapatkan apa-apa. Tapi mereka akan kebagian dampaknya secara politis di pileg yang akan datang," jelas dia.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya