Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso atau dikenal dengan Buwas menyebutkan, saat ini semua wilayah di Indonesia sudah menjadi jaringan internasional narkoba.
Hal itu diungkapkan Buwas di sela acara kampanye setop narkoba bersama ratusan offroader di Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor, di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kamis (24/3) siang.
Narkoba, kata dia, pada prinsipnya merupakan jaringan internasional, karena barang-barang terlarang itu impor. "Jaringan internasional karena itu impor. Tidak ada yang diproduksi di dalam negeri, kecuali ganja," kata Buwas.
Dia juga menyebutkan, dalam program Pencegahan Penanggulangan dan Pemberntasan Narkotika (P4GN), pihaknya kini menyasar desa-desa. Pasalnya, sasaran peredaran narkoba saat ini, salah satunya merambah masyarakat desa yang paling bawah.
"Yang dijadikan pangsa pasar ialah mereka (masyarakat desa). Mereka tidak memahami tentang bahayanya. Mereka dimanfaatkan, dia diracuni, dia mau dijadikan alat untuk jaringan dari narkotika itu," ungkapnya.
Buwas menambahkan, saat ini tidak ada satu elemen pun yang bebas dari permasalahan narkotika. Apa pun namanya, termasuk pesantren, Polri, dan bahkan di tubuh BNN sendiri.
"Seluruh lapisan. Kelompok-kelompok itu pasti ada penyalahgunaan narkotika. Untuk itu. semuanya kita tangani bersama-sama," kata mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri itu.
Selain itu, lanjut dia, terjadi peningkatan kasus peredaran narkoba. Hal itu terlihat dari jumlah barang bukti, terutama ganja yang sangat banyak.
Buwas mengatakan, hingga Kamis (24/3) kemarin saja, pihaknya (BNN) telah mengambil atau menyita total narkoba jenis ganja sebanyak 8 ton. Namun, dia tidak merinci kasus barang bukti sebanyak itu berasal dari daerah mana saja.
"Paling besar dan banyak adalah ganja. Jadi kita sudah ambil 8 ton ganja per hari ini. Kemarin, 2,2 ton ganja di Sukabumi," ungkap Buwas seraya menambahkan ganja itu bersumber dari wilayah Aceh dan Medan.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor Ajun Komisaris Yuni Purwanti Kusumadewi mengatakan, untuk di wilayah hukum Polres Bogor pun terjadi peningkatan penyalahgunaan narkoba.
Hingga akhir 2015, sebanyak hampir 7 ton ganja diamankan. Kenaikan pun terjadi hingga Maret 2016. "Januari, Februari, dan Maret ini, sangat signifikan meningkatnya. Sabu saja hampir 98 koma sekian gram dan ganja sudah sekitar 24 kilogram. Itu baru tiga bulan," ungkapnya.
Penyebabnya, menurut dia, ialah kebutuhan atau permintaan. "Untuk Bogor, kita ambil untuk pemakai, karena kita mengambilnya bandar, pengedar. Karena pemakai adalah orang sakit yang harus kita obati." (DD/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved