Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK moda raya terpadu atau mass rapid transit (MRT) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2018 dipastikan molor 1 tahun menjadi 2019. Hal itu terkendala pembebasan lahan dan kesalahan cetak girder box.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pembebasan lahan yang tekendala terjadi di lokasi akan dijadikan untuk MRT layang di Jalan Raya Fatmawati. Selain itu, kesalahan mencetak girder box terjadi akibat kecerobohan kontraktor asal Jepang.
Ia mengetahui kesalahan itu sejak akhir tahun lalu. Meski demikian, ia optimistis pembangunan masih sesuai progres. "Masih sesuai progresnya. Cuma pembebasan tanah yang atas (untuk layang). Kita akan selesai pada 2018, dan operasinya mulai 2019," jelasnya di Balai Kota, kemarin.
Ahok meminta direksi MRT Jakarta lebih memperhatikan pekerjaan sehingga bisa meninimalisasi kesalahan seperti sebelumnya. Menurut penilaiannya, direksi MRT kurang ketat melakukan pengawasan dalam pembangunan proyek itu, dan lebih banyak melakukan acara seremonial. "Makanya saya bilang sama direksi (MRT) agar mereka memperlakukan proyek MRT seperti mengurus bayi. Itu yang saya kritik kepada direksi," ujarnya.
Sementara itu, pengeboran terowongan bawah tanah MRT tahap I fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terus dikebut. Pengerjaan dilakukan berbarengan di dua titik terpisah demi mengejar target selesai April 2016.
Antareja II
Progres pengeboran dengan menggunakan <>tunnel boring machine (TBM) Antareja I sudah mencapai panjang 300 meter dari yang ditargetkan 630 meter, yaitu dari titik Stasiun Senayan menuju Istora. Sebelumnya ditargetkan mesin bor menembus Stasiun Istora pada April mendatang. Namun, TBM Antareja II akhir bulan ini siap memulai pengeboran dari Stasiun Senayan. Pengeboran dilakukan sejak Agustus 2015.
"Bor raksasa yang didatangkan dari Jepang itu akan terus mengebor terowongan bawah tanah sepanjang hampir 5,9 kilometer, dari titik Patung Pemuda Senayan sampai dengan Bundaran HI dengan melewati enam stasiun bawah tanah.
Keenam stasiun yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI," terang Presiden Direktur Shimizu Corporation MRT Jakarta, Osaka Kazuya, di Stasiun MRT Senayan, Kamis (17/3). Selain pengeboran, pembangunannya juga sudah masuk konstruksi fisik untuk 13 stasiun dan 1 depo. Dari 13 stasiun, selain enam di bawah tanah, tujuh lainnya merupakan stasiun layang, yakni Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved