Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA Bogor pada Rabu (16/3) siang cukup bersahabat. Langit cerah memayungi kawasan Kebun Raya Bogor (KRB) yang saat itu kehadiran tamu istimewa dari lain negara.
Tamu istimewa itu ialah rombongan dari Belgia. HRH Princes Astrid atau Adipati Wanita Agung Astrid mengunjungi Kebun Raya Bogor, siang itu.
Putri Belgia menapak tilas atau mengulangi kunjungan HM Queen Astrid dan King Leopold III dari Kerajaan Belgia pada 1928 silam ke KRB (dulu s'Lands Plantentuin te Buitonzorg).
Kedatangan cucu dari Ratu Astrid dan Raja Leopold III itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Kerajaan Belgia dengan misi kerja sama bilateral di bidang ekonomi.
Kehadirannya pun disambut hangat dengan pengalungan bunga melati oleh Kepala Kebun Raya Bogor Didik Widiyatmoko dan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati.
Keberadaan Putri Astrid di KRB cukup lama, lebih dari satu jam. Sejak tiba, senyuman terus mengembang dari bibirnya. Tanpa mengurangi keanggunannya dengan setelan blazer warna biru tua dan celana panjang bahan berwarna ungu tua, dia terlihat semringah. Dia juga tampak elegan dengan tas kecilnya.
Napak tilas Putri Belgia itu diawali dengan mengunjungi taman anggrek. Setelah itu, dia pun menanam pohon bambu. Kunjungannya dilanjutkan dengan keliling sekitar Kebun Raya Bogor dengan menggunakan kendaraan wisata. Tidak lupa, sang putri pun menyempatkan diri berfoto di sekitar jalan Astrid, di antara bunga-bunga Astrid. Terakhir, dia mengunjungi sebuah kafe yang berada di area kebun raya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Enny menyampaikan apresiasi atas kunjungan itu. Menurutnya, ada hubungan khusus, emosional antara KRB dan Kerajaan Belgia. Dan hubungan itu sudah ada sejak puluhan tahun, tepatnya sejak kunjungan Ratu Astrid dan Raja Leopold III.
Saat itu, lanjutnya, kehadiran pasangan itu untuk berbulan madu di Kebun Raya Bogor pada 1928. "Hubungan emosionalnya besar. Sudah puluhan tahun," kata Enny.
Dia juga mengisahkan, setahun setelah kunjungan Ratu dan Raja Belgia, untuk memperingatinya, dibuatlah flower bed bunga tasbih (cann hibryda) dengan warna-warna bunga, kelopak, dan daun yang mewakili bendera Belgia.
"Warna merah, kuning dan hitam. Flower bed tersebut ditanam dalam 29 petak yang juga melambangkan tahun 1929 dan memanjang sekitar 100 meter yang sejak dulu disebut Jalan Astrid (Astrid Avenue)," kisahnya di hadapan sang putri.
Mendekati 100 tahun Jalan Astrid Kebun Raya Bogor, Enny menawarkan dibangunnya hubungan yang lebih kuat melalui kolaborasi yang konkret, dalam hal riset, perkebunrayaan, konservasi, dan hortikultura, serta program pertukaran staf untuk transfer pengetahuan.
Sementara itu, Didik Widyatmoko mengatakan kepada delegasi yang hadir, bahwa mereka semua menjadi saksi komitmen kuat Kebun Raya Bogor untuk tetap menjaga hubungan emosional yang sudah terbangun itu. Caranya dengan tetap menjaga Jalan Astrid dan jajaran bunga tasbihnya seperti konsep semula.
“Bunga-bunga tetap dirawat, nama jalannya pun tetap diabadikan hingga kini dan nanti, sebagai bagian dari warisan dan sejarah Kebun Raya Bogor. Bahkan sejarah hubungan yang baik antara Indonesia dan Kerajaan Belgia,” kata Didik.
Enny dan Didik menyampaikan pula rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Putri Astrid yang berkenan mengunjungi Kebun Raya Bogor di sela-sela kesibukannya memimpin delegasi Kerajaan Belgia untuk bekerja sama lebih erat dengan Pemerintah Indonesia.
Khusus kepada pihak Kedutaan Belgia, Didik menyampaikan apresiasi sehingga memungkinkan kunjungan ini terlaksana, yang memberikan arti tersendiri bagi keluarga besar Kebun Raya Bogor atas perhatian Putri Astrid. Diharapkan ke depannya dibuat suatu bentuk kerja sama konkret antara Kebun Raya Bogor dan pihak Kerajaan Belgia. (DD/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved