Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERAPI ozon yang diyakini bisa mengobati penyakit seperti kanker, jantung, dan diabetes masih dalam kajian. Sehingga belum bisa diadopsi untuk pengobatan di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih, Senin (14/3). Ia mengungkapkan hal tersebut terkait kejadian meledak dan terbakarnya alat Hiper Barik Oksigen (HBO) Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo, Jakarta yang menewaskan empat orang yaitu mantan Kepala Divisi Humas Polri Abubakar Nataprawira (65), Edi Suwandi (67), dr. Dimas (28), serta Anggota DPD yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Sulistyo (54).
"Metode itu baru dikenalkan di Indonesia dan masih dikaji. Sebelum diadopsi ada prosedur yang mesti dilaporkan, jadi ada technology assessment atau penilaian prosedur kesehatannya," ujarnya.
Lebih lanjut, jelas Daeng, penilaian itu sejatinya dilakukan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ada dua hal yang menjadi parameter, yaitu ada tidaknya manfaat kesehatan serta aman dan tidaknya bagi pasien.
Ia mengungkapkan, metode ozon menggunakan HBO banyak berkembang di negara-negara Eropa dan Amerika. Akan tetapi, tidak semua mengadopsinya sebagai metode untuk pengobatan di dunia kedokteran.
"Perkembangan Hiper Barik Oksigen ini ada yang meneliti, ada juga yang sudah mengadopsi. Tapi kejadian itu kita tidak bisa mengklaim dari persoalan medis, apalagi katanya karena masalah teknis kelistrikan," ucap dia.
Sehingga, menurut Daeng, perlu ada pendalaman dari pihak penyidik untuk lebih mengetahui sebab terjadinya kebakarn. Tidak bisa langsung mengambil kesimpulan kesalahan dari sisi medis atau hanya disebabkan korsleting listrik. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved