Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAMIKA peran serta pemuda dalam kegiatan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) dirasa mulai kembali timbul gaungnya. Seperti pada agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang akan berlangsung 2017 mendatang, semangat tersebut lantang dibawa para remaja yang tergabung dalam relawan Teman Ahok.
Seperti diketahui beberapa tahun belakangan, sebagian besar golongan pemuda justru terus menunjukan sikap antipatik di dunia politik. Alasannya seragam, sudah terkikisnya kepercayaan terhadap calon pemimpin yang bakal berkuasa. Sikap pesimistis terus melekat, bahwa pesta demokrasi yang ada di depan mata sudah diprediksi tidak akan melahirkan perubahan kedepan.
Mulai menghapus stigma tersebut, kelompok remaja relawan Teman Ahok menunjukan semangatnya. Tidak hanya sebatas menyalurkan hak pilih, namun dari jauh-jauh hari menjelang digelarnya Pilgub DKI Jakarta 2017, mereka turut berjuang di jalur politik, caranya dengan mengumpulkan KTP dukungan. Tujuannya, ada perubahan yang akan muncul dari sana.
Penggagas sekaligus Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas mengutarakan, sebagian besar relawan datang dari kalangan mahasiswa, dengan usia rata-rata 19-24 tahun. Kesamaan sikap lahir setelah melihat Ahok, sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dikhawatirkan terganjal kembali maju memimpin Jakarta untuk periode 2017-2022 lantaran tidak memiliki kendaraan politik.
Ada lebih dari 400 orang relawan yang resmi bergabung di Teman Ahok. "400 orang (relawan) itu yang langsung dibawah naungan kami. Belum lagi yang lain. Menurut kami, pengumpulan KTP memang jalan yang paling mungkin dilalui Ahok maju melalui jalur non-partai," ungkap Lia, Sabtu (12/3).
Ditambahkan wanita berusia 23 tahun yang baru menyelesaikan program sarjana Jurusan Komunikasi di Univeritas Indonesia ini, masyarakat muda juga merupakan pemilik kekuasaan politik dan tidak dapat diremehkan begitu saja.
Secara umum, meski dalam kondisi krisis calon pemimpin, dunia politik saat ini diyakini masih menyisakan anak-anak bangsa yang dibutuhkan masyarakat. Khususnya, Teman Ahok melihat harapan tersebut ada di sosok Basuki Tjahaja Purnama berdasarkan kinerjanya selama hampir lima tahun belakangan membangun Jakarta.
Alasan tersebut menjadi dasar para pemuda relawan untuk turut berkontribusi membentuk Kota Jakarta yang lebih baik lewat proses Pilgub. Jalur independen bagi Teman Ahok juga dinilai menghindari risiko terbentuknya kontrak politik yang dikhawatirkan mengganggu pembangunan. Jadi para relawan berharap, nantinya Ahok hanya berhutang kepada rakyat, bukan partai politik.
"Sebelumnya kita pastikan majunya Ahok dan Heru (Budi Hartono) sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen berjalan lancar. Setelah mendapat masukan dari kandidat, tokoh masyarakat, dan relawan di lapangan, maka kita bertekad untuk menutup celah hukum dan administratif atas manuver politik yang bisa saja menjegal Ahok," tegasnya.
Sudah pastinya peta politik terkait penunjukan pendamping Ahok, relawan sejak Senin (7/3) langsung mengambil inisiatif mengumpulkan ulang KTP dengan formulir pendaftaran yang sudah tercetak nama kedua calon. Formulir baru tersebut sudah tersedia di 149 posko lingkungan pemukiman dan booth yang ada.
Perjuangan pemuda relawan Teman Ahok saat ini sudah dapat mengumpulkan dana operasional secara mandiri. Dimana kebutuhan kebutuhan tersebut didapat dari hasil penjualan merchandise di delapan booth pusat perbelanjaan. Hingga saat ini, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp797.376.000, dengan pengeluaran Rp762.978.864.
"Sejak Juni hingga Agustus 2015, sebelumnya kami mendapat bantuan donasi dari perseorangan maupun senior di Jakarta Baru. Saldo terakhir bantuan itu Rp34.397.136. Untuk lebih rincinya, baik pendapatan dan pengeluaran untuk apa saja bisa diakses ke website kita di temanahok.com," bebernya.
Berdasarkan laporan terakhir, jumlah KTP sudah terkumpul 784.977 buah. Proses pengumpulan KTP terus dilakukan para relawan secara masif, tak terkecuali di waktu hari libur. Seperti di kantor sekretariat Teman Ahok di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/3), puluhan orang datang untuk memberikan dukungan dengan menyerahkan KTP dan mengisi formulir pendaftaran ulang. Di tempat tersebut, para relawan selain disibukkan dengan melayani warga pendaftar, juga melakukan tahap verifikasi data yang masuk dari seluruh posko maupun booth pendaftaran.
Diakui Lia, saat akhir pekan jumlah pendaftar memang mengalami peningkatan dari hari biasa. Kondisi tersebut juga berlaku di posko pemukiman di Jalan KH Mas'ud RT14/09, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Menurut Muhammad Yazid, salah satu relawan, meski berada di dalam pemukiman warga, dalam sehari setidaknya terkumpul sebanyak 15-20 KTP.
"Hari Sabtu sama Minggu jumlahnya lebih banyak. Belum lagi yang tanya-tanya lewat telepon," katanya.
Bersama sejumlah remaja warga sekitar, Yazid mengatakan sudah melakukan proses pengumpulan KTP sejak bulan Juni 2015 hingga saat ini. "Jumlahnya (KTP terkumpul) saya belum cek lagi. Laporannya saya langsung kirim ke pusat. Anak-anak muda disini memang sengaja bantu secara ikhlas, supaya Pak Ahok bisa kembali maju jadi calon gubernur," ucapnya.
Ramainya pendaftar juga terlihat di booth Mal Pluit Village lantai 1. Selain membuka pendaftaran, di tempat ini juga melayani penjualan asesoris. Sejumlah barang yang ditawarkan seperti lukisan, patung, guci, kalung, gelang, kerajinan tangan, kaos, boneka, maupun liontin berkarakter Tiongkok.
Rahel, 20, salah satu relawan mengatakan, keuntungan penjualan memang diperuntukan sebagai donasi bantuan para relawan Teman Ahok. Ia mengakui, baru pertama kali turut andil dalam kegiatan penggalangan dukungan seperti demikian. Pilihan ini secara bulat diambil, semata-mata demi dipimpinnya Kota Jakarta oleh pemimpin yang tepat.
"Baru sekali ikut bantu-bantu kayak ini. Kebetulan pemilihan gubernur (DKI Jakarta) kemarin belum ikut nyoblos. Banyak teman-teman juga yang bantu," ujarnya seraya menceritakan, di tempat tersebut pernah sampai mengumpulkan 1.000 KTP dalam sehari. (DA/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved