Kasus DBD di Kembangan Jakbar Meningkat

Sri Cahya Lestari
09/3/2016 15:41
Kasus DBD di Kembangan Jakbar Meningkat
(ANTARA)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Barat meningkat. Camat Kembangan Agus Ramdhani mengakui jumlah pasien DBD di wilayahnya terus melonjak.

Menurut Agus, pada Januari 2016 kasus DBD mencapai 20 orang. Hingga Februari 2016 tercatat sebanyak 23 kasus. Sedangkan memasuki awal Maret 2016, bertambah menjadi 70 kasus. "Data dari pihak puskesmas Kecamatan Kembangan, terhitung sampai kemarin (Selasa), tercatat 70 kasus DBD," paparnya, Rabu (9/3).

Untuk itu, ungkap Agus, pihaknya bersama jajaran aparat kelurahan, tingkat RT, RW, dan kader jumantik berkomitmen bersama seluruh masyarakat untuk mewujudkan wilayah Jakbar bebas dari jentik nyamuk Aedes Aegypti, penyebab penyakit DBD.

Bentuk komitmen itu direalisasikan melalui pakta integritas yang meminta warga menjadi jumantik mandiri bagi lingkungan rumahnya. Dengan demikian, katanya, warga berperan aktif dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit mematikan tersebut.

"Kami upayakan untuk mengajak warga ikut serta menekan kasus DBD secara bersama-sama, karena DBD ini butuh peran masyarakat," ujar Agus.

Selain itu, lanjut dia, untuk meminimalisasi atau menekan kasus DBB, pihaknya juga berupaya untuk mengoptimalkan kader jumantik yang tersebar di setiap kelurahan setempat. Tercatat sekitar 610 kader jumantik di wilayah Kecamatan Kembangan. Peran kader jumantik ini dimaksimalkan dengan lebih aktif untuk melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk(PSN).

"PSN perlu ditingkatkan. PSN merupakan bagian dari program Gerakan Jumat Bersih untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk. Yang tadinya hanya hari Jumat, sekarang kita tambah pelaksanaannya dengan Minggu," papar Agus.

Adapun kasus DBD di Kecamatan Cengkareng saat ini mencapai 57 kasus. Camat Cengkareng Mas'ud Effendi mengatakan, kasus DBD di wilayahnya justru menurun. Menurut dia, sebelumnya kecamatan Cengkareng menjadi kawasan paling tinggi kasus DBD di wilayah Jakbar.

"Ya sudah ada penurunan. Kami juga terus upayakan untuk menekan kasus DBD yakni dengan membuat komitmen dengan para lurah untuk menekan angka DBD di kelurahan masing-masing, mengimbau PSN dilakukan seminggu minimal 2 kali. Dan membentuk jumantik mandiri di setiap keluarga melakukan PSN di rumah masing-masing," paparnya.

Berdasarkan data dari RSUD Cengakreng, pada Januari 2016, pasien DBD yang dirawat di tempatnya sebanyak 85 orang. Hingga Februari 2016 melonjak sebanyak 209 pasien. Adapun memasuki awal Maret turun menjadi 57 pasien. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat DBD. (Sri/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya