Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETENGAH dari 1.762 ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kota Depok, Jawa Barat saat ini dalam kondisi rusak. Selain ruang kelas, tempat guru, kepala sekolah, tempat pustaka dan komputer, memerlukan perbaikan segera.
Kepala Seksi Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok Wahyu Hidayat mengakui setengah dari 1.762 atau 881 bangunan kelas SD di Kota Depok dalam kategori rusak. "Kerusakan gedung sekolah bervariasi. Ada atapnya bocor, dinding berlubang, juga ruang kelas yang tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Wahyu di Depok, Minggu (28/2).
Hal itu diungkapkan Wahyu menyusul ambruknya atap enam ruang kelas SD dalam kurun dua bulan terakhir. Keenam ruang kelas SD yang ambruk masing-masing SD Gandul 2 di Kompleks Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kelurahan Gandul, Cinere, SD Pasir Gunung Selatan 4, Kelurahan Pasir Gunung, Kecamatan Cimanggis, SD Cimpeaun 3, Kelurahan Cimpeaun, Kecamatan Tapos.
Tiga lainnya ialah SD Mekarsari 3, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis SD Pondok Cina 1, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, dan terakhir bangunan kelas SD Kalibaru 6, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, yang selesai direnovasi 2010, dan ambruk Jumat (26/2).
Akibat robohnya atap SD Kalibaru 6, menyebabkan empat orang siswa kelas I dan II serta seorang wali kelas mengalami luka-luka akibat tertimpa genteng, balok kayu, dan plafon yang jatuh.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memiliki 287 gedung SD dengan 1.762 jumlah kelas dan memiliki masing-masing satu tempat guru dan kepala sekolah, prakek komputer dan pustaka sekolah. “ Semua ini memerlukan perbaikan segera, “ ujar Wahyu.
Disebutkan, perbaikan gedung sekolah yang rusak itu hingga sekarang belum bisa dilakukan karena terbatasnya APBD Dinas Pendidikan Kota Depok. "Kami tak bisa sekaligus untuk merenovasi bangunan kelas, karena terbatasnya APBD Dinas Pendidikan. Karenanya dibutuhkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujarnya.
Wahyu melanjutkan, mengenai dana bantuan untuk memperbaiki kerusakan akan dikaji terlebih dahulu. Setelah itu baru akan dianggarkan berapa yang diperlukan, untuk memperbaiki atap bangunan yang roboh.
"Belum ketahuan, tapi perkiraan sementara saya kisaran Rp300 juta per sekolah atau sebesar Rp1,8 miliar untuk enam SD ambruk," ungkapnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved