Diduga Curi Listrik Daeng Azis Ditahan

Beo/Arv/I-3
28/2/2016 06:45
Diduga Curi Listrik Daeng Azis Ditahan
(MI/Galih Pradipta)

APARAT Polres Metro Jakarta Utara menangkap pentolan kawasan prostitusi Kalijodo, Abdul Azis alias Daeng Azis, kemarin. Ia ditangkap atas dugaan kasus pencurian listrik di tempat usaha miliknya, Kafe Intan.

Pengacara Azis, Razman Arif Nasution, membenarkan kliennya telah resmi ditahan di Kantor Polres Metro Jakarta Utara. "Daeng Azis per 27 Februari ini telah ditahan," jelas Razman di Jakarta, kemarin.

Informasi penahanan Azis yang diterima Razman berasal dari polisi penyidik kasus kliennya. Razman telah pula mendapat kepastian penahanan itu dari Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Sebelumnya, Kombes Daniel Bolly Tifaona menjelaskan kerugian negara atas ulah Daeng Azis mencapai ratusan juta rupiah. Namun, pihak Polres Metro Jakarta Utara masih menyelidiki sejak kapan Azis menggunakan aliran listrik secara ilegal itu.

"Kerugian sementara yang kami dapat secara resmi dari PLN Rp500 juta. Itu untuk durasi 1 tahun. Saat ini saudara DA (Daeng Azis) dalam pemeriksaan kami," kata Daniel.

"Dari pengakuan Abdul Azis, ia tidak berurusan dengan PLN," jelas Daniel. Azis mengatakan dirinya hanya memberikan uang kepada karyawannya demi membeli alat untuk mencuri aliran listrik pada 2010 atau 2011.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan pencarian terhadap Azis sebenarnya telah dilakukan sejak pekan lalu. Namun, saat itu Azis menghilang.

Akhirnya Azis ditangkap pada Jumat (26/2) pukul 12.45 WIB di rumah indekos di Jakarta Pusat. Petugas polisi menggelandang pemilik Kafe Intan itu ke Kantor Polres Jakarta Utara.

Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Aris Dwianto, mengatakan, "Bisa jadi, pencurian listrik (di Kafe Intan) terjadi karena ada kongkalikong dengan petugas yang mencatat meteran listrik." "Tetapi kalau dari tim P2TL (Pemakaian Penertiban Tenaga Listrik (P2TL) dipastikan tidak ada yang ikut-ikutan kongkalikong," jelas Aris.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya