Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TELAH menjadi rahasia umum banyak lembaga pemasyarakatan (LP) di negeri ini yang menjadi tempat peredaran dan bisnis narkoba.
Bahkan ada narapidana mengendalikan bisnis narkoba itu dari LP.
Bagaimana itu bisa terjadi dan kenapa sulit diberantas, serta apa sesungguhnya yang terjadi?
Wartawan Media Indonesia Cahya Mulyana mewawancarai Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, I Wayan Kusmiantha Dusak, di kantornya, Jakarta, kemarin, selama sekitar 1 jam. Berikut petikannya.
Presiden Joko Widodo menyatakan sedih atas banyaknya peredaran narkoba di LP, apa tanggapan Anda?
Kami tanggapi kerja dengan 10 langkah.
Pertama, memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan jajaran lain, kemudian meningkatkan peran Satgas P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).
Ketiga, melakukan assessment terhadap napi narkoba yang bandar, juga penguatan petugas LP melalui sistem coaching.
Kelima, pengadaan jamer (penghalau sinyal telepon seluler), dan detektor telepon seluler.
Keenam, meminjam anjing pelacak narkoba dari kepolisian setiap kali melakukan sidak secara acak dan rutin, kemudian merencanakan peningkatan kualitas petugas.
Langkah lain meningkatkan koordinasi dengan semua stakeholders, langkah lain meningkatkan fungsi intelijen.
Terakhir, sanksi tegas terhadap oknum petugas yang terlibat.
Berarti Anda mengakui benar adanya peredaran narkoba di LP?
Selama ada narkoba di luar LP, hal sama akan terjadi di dalam.
Kita memiliki lebih dari 170.000 warga binaan dan narapidana, 46%-nya atau sekitar 60 ribu terjerat kasus narkoba.
Bagaimana dengan sistem pengamanannya?
LP saat ini belum ideal. Seharusnya LP kelas I memiliki maximum security, LP kelas IIA dan IIB itu medium security, dan LP kelas III itu low security.
Pun demikian narapidana narkoba saat ini tercecer dan belum diklasifikasi dengan baik.
Kita akan pilah mana bandar, mana pengedar, dan mana pengguna.
Sesungguhnya apa kendalanya?
Kami ada kelemahan pada organisasi, SDM, dan keterbatasan anggaran. Ini yang akan kami terus perbaiki.
Apakah masalah SDM itu termasuk soal jumlah atau apa?
Selain kualitas juga kuantitas.
Kalau seorang guru optimalnya mengajar dan mengawasi seanyak 40 murid, kita menggunakan rasio 1 petugas berbanding 20 untuk pengawasan.
Maka kita pakai logika dengan rasio 1:40, 170.000 lebih narapidana dan warga binaan dibutuhkan 34.000 petugas pengawas untuk 4 sif.
Sementara saat ini kami masih kekurangan sekitar 1.600 petugas.
Menurut Anda, bagaimana narkoba bisa masuk ke LP?
Dari pemahaman saya ada sembilan modus memasukkan narkoba ke LP yang ini didominasi karena kelemahan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana.
Modus-modus itu ialah lewat kunjungan besuk, jalur petugas, pengiriman makanan, koperasi, napi asimilasi, tahanan sidang, kunjungan resmi, kunjungan insidentil, dan modus klasik lain, yaitu memanfaatkan ruang-ruang kosong di LP dengan cara, misalnya, dilempar dengan bola tenis.
Bagaimana kerja sama dengan BNN dan lainnya untuk pemberantasan narkoba di LP?
Kita sudah perbarui nota kesepahaman dengan Polri, TNI lewat P4GM.
Ke depan LP mempersilakan BNN melakukan pencarian bandar dengan akan didampingi satu petugas dan tanpa meminta izin ke kalapas atau karutan.
(X-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved