Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGEREBEKAN kasus narkoba di Kompleks Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (22/2) mengundang perhatian sekaligus membuat miris. Terlebih, kasus sejenis yang melibatkan TNI bukan sekali terjadi.
Sebut saja pengungkapan narkoba di Kompleks Berlan, Matraman, Jakarta Timur, yang dikenal sebagai kompleks milik TNI. Selain itu, di kawasan Batalyon Siliwangi di Cililitan, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Untuk mengetahui sejauh mana barang haram tersebut menyasar lingkungan TNI, berikut perbincangan wartawan Media Indonesia Akmal Fauzi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso di ruang kerjanya, Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, kemarin.
Seberapa dalam kasus narkoba masuk ke lingkungan TNI? Apalagi, kasus seperti di Kostrad bukan yang pertama.
Cara pandangnya bukan seperti itu.
Ini berbicara masalah oknum ya, yang digarisbawahi itu oknum aparat TNI yang terlibat.
Demikian juga dengan Polri, BNN pun sama dan lembaga pemerintahan yang lain (terlibat).
Ini membuktikan bahwa masalah narkoba ini serius karena mereka (sindikat) sampai menyusup ke lini yang terkuat (aparat).
Ini satu wujud bahwa masalah narkoba itu sangat serius, kita tidak main-main di Indonesia
Apakah BNN sudah memetakan jaringan yang menyasar lingkungan TNI baik TNI-AD, AU, dan AL?
Secara jelas itu sudah bisa dipetakan.
Kami tahu jaringannya, peredarannya kami tahu.
Tapi kami harus melakukan langkah-langkah yang tepat.
Jikalau kita melakukan penangkapan penyergapan tiba-tiba dilihat bukan alat bukti, itu sia-sia. Jadi semua harus diperhitungkan.
Narkoba masuk ke TNI, apa ada motif melemahkan pilar negara tersebut?
Tidak ada.
Jadi ini berbicara masalah oknum. Yang bermasalah itu ialah oknum.
Enggak mungkinlah ada yang berani menyerang TNI dengan pasukan bersenjata.
Tapi kalau oknum bisa saja, karena di mana dia tidak bertugas, dia bergaul, dia melibatkan diri dari pergaulan itu akhirnya dia terkontaminasi.
Jadi kasus di Kostrad itu kita harus apresiasi kepada Panglima TNI, khususnya Pangkostrad, karena beliau betul-betul ingin membersihkan internal TNI hingga bersih sekali.
Ini bisa dijadikan contoh oleh institusi lain itu sebagai satu komitmen.
Bisa dikatakan kejahatan narkoba itu sudah paripurna karena sudah melibatkan semua instansi?
Oh itu sudah dari dulu, cuma kita memang dulu belum total terhadap masalah itu. Persoalannya, aparat-aparat tidak serius dalam menangani ini, akhirnya program di era mantan Presiden Yudhoyono itu tidak berhasil, yang harusnya bebas dari narkoba 2015, sekarang malah bebas betul dari peredaran narkoba.
Sekarang Presiden Jokowi konsentrasi betul untuk melakukan pembersihan narkoba di Indonesia.
Penindakan secara masif bersama-sama semua unsur baik polisi, BNN, TNI, dan Bea dan Cukai termasuk kepada masyarakat
Pandangan Anda terhadap anggota legislatif yang terlibat?
Sudah saya bilang itu berbicara oknum, bukan berbicara masalah lembaganya, melainkan kembali kepada manusianya.
Harus dilihat dari orang per orang, jangan dibawa institusi atau lembaga institusinya. Enggak.
Salah cara memandang harus begitu. Mereka yang terlibat baik anggota legislatif, BNN, polisi, dan TNI ialah pengkhianat profesi.
(X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved