Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HERNINAWATI, 20, masih merasa cemas dan ketakutan setiap kali mendengar suara air mendidih dari dispenser. Perempuan itu teringat saat air mendidih diguyurkan ke tubuhnya. Ia menjadi korban lain yang disiksa sang majikan, Meta Hasan Musdalifah, setelah polisi menemukan rekannya, Sri Siti Mariani (Ani), 21, kabur karena disiksa selama 9 tahun oleh pelaku.
Tidak hanya mereka berdua, ada dua pembantu lain yang juga menjadi korban, yakni Suwardi, 20, dan Musahidin, 20. "Dari hasil pemeriksaan saksi dan korban, penyidik mendapati jumlah korban kekerasan fisik berjumlah empat orang. Keempatnya pembantu rumah tangga Meta Hasan Musdalifah," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Nasriadi, di Jakarta, kemarin.
Polisi telah membawa ketiga korban kekerasan fisik itu ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani rekam medis. "Herni, Suwardi, dan Musahidin sedang direkam riwayat medis," ungkapnya. Dari pemeriksaan psikologis, para korban mengalami trauma hebat. Selain disiksa, Ani dan Herni beberapa kali dipaksa pelaku memakan kotoran kucing.
"Korban (Herni) teringat saat temannya, Suwardi, menyiram air panas ke tubuh korban atas perintah dan paksaan tersangka Musdalifah. Setelah keluar dari rumah pelaku, korban sudah lebih tenang," ujarnya. Dari keempat korban, Suwardi dan Musahidin mendapat tekanan batin paling berat. Selain kerap mendapat pukulan benda tumpul dari pelaku, mereka sering dipaksa melakukan penyiksaan terhadap teman-teman mereka.
"Kalau disuruh menyiksa tidak mau, Suwardi disiksa pelaku. Begitu juga Musahidin, dia pernah dipaksa menyiksa tiga temannya. Dia juga sering mendapat pukulan benda keras," jelasnya.
Kasus itu terungkap setelah salah satu pembantu, Ani, melarikan diri dari rumah Meta di Jalan Moncokerto III, RT 014/RW 13, Matraman, Jakarta Timur, karena sudah tidak tahan lagi disiksa. Ia kabur dengan menggunakan kabel yang diikat di lantai tiga rumah sebagai tumpuannya untuk melompat. Ani kemudian diantar beberapa tetangga melaporkan kekerasan yang dialami ke Polsek Matraman. Meta sendiri kemudian menyerahkan diri.
Saat melapor ke polisi, sekujur tubuh Ani mengalami luka lebam, bengkak, dan penuh bekas kekerasan benda tumpul dari bagian kepala, telinga, hidung, bibir, hingga beberapa bagian tubuh lain.
Pernah suatu saat ada warga yang sempat curiga lantaran mendengar jeritan orang minta tolong dari dalam rumah. Ketika didatangi warga, pelaku marah-marah dan mengancam akan menuntut warga yang menanyakan rintihan suara orang kesakitan itu.
"RT-nya saja diancam mau digebukin (pemilik rumah). Awalnya kami juga yakin kalau kekerasan sudah sering terjadi di sana," kata Sugiarti, Ketua RW 12 di lingkungan itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved