Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUNGGUH nahas nasib Oktria Miranthy, 36, yang berboncengan dengan anaknya yang berusia 1,9 bulan ketika melintas di Jalan Raya Lingkar Utara, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (12/2).
Ia yang mengendarai motor jenis Honda Beat bernopol B 6818 WHY melindas penutup galian kabel milik PT Telkom yang ada di tengah jalan. Sayang, penutup yang terbuat dari seng itu lapuk. Oktaria pun tidak bisa menguasai motornya dan terjatuh. Saat terjatuh, di sampingnya melintas truk engkel bermuatan kasur busa.
"Tubuh korban terlindas truk dan meninggal di tempat. Anak korban, batita berusia 1,9 tahun, terpental ke pinggir jalan dan mengalami patah tulang di tangan kanannya dan masih menjalani perawatan di RS Anna Medika, Bekasi Utara," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Bekasi, Ajun Komisaris Bayu Saputra.
Kronologi kejadiannya, jelas Bayu, korban tengah melintas dari arah timur dan berusaha menyalip truk engkel muatan kasur busa bernopol B 9246 GBD.
Kala menyalip itu ada sebuah penutup galian milik PT Telkom yang dilindasnya. Penutup galian kabel yang terbuat dari pelat tersebut dibuat kurang maksimal dan lapuk termakan usia.
Korban jatuh dan terlindas truk. Sopir truk, Joko Dwiyanto, 35, ditahan.
Kendati sopir ditahan, Bayu menegaskan polisi belum menetapkan sebagai tersangka. Seluruh saksi kita periksa terlebih dahulu. Bagaimana korban jatuh dan bagaimana posisi korban dengan truk.
"Kita masih mencari tahu. Sebelum korban terjatuh, apa yang terjadi. Korban kan sedang menyalip truk. Nah dari arah manakah korban menyalip sedang kita cari tahu," ujar Bayu.
Menurut Bayu, tidak menutup kemungkinan PT Telkom selaku pengerja proyek bisa ikut terlibat. Karena itu, pihaknya tengah menyelidiki bekas galian lubang yang sudah tertutup tersebut. Termasuk, kualitas penutupan galian lubang yang dianggap telah menyelakaan korban hingga terjatuh.
"Anggota kami masih menyelidiki bekas galian kabel tersebut, tak menutup kemungkinan PT. Telkom akan dipanggil untuk dimintai keterangan seputar proyek pengerjaan galiannya," tukasnya.
Bayu mengingatkan, dalam kasus kecelakaan tidak selalu truk atau kendaraan besar yang salah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved